oleh

Dua Staff DPRD Situbondo Diduga Selewengkan Uang Persediaan Senilai Rp 439 Juta

Sidoarjo,akuratnews. Dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Situbondo Jawa Timur harus duduk dikursi pesakitan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada hari Kamis (29/11/2018) diruang Cakra.

Sidang dengan agenda dakwaan dua terdakwa PNS yakni, Ika Wahyuli (Bendahara Sekretariat) DPRD Situbondo dan Husnul Khatimah Staf persidangan DPRD Situbondo, keduanya diduga telah menyelewengkan dana Uang Persediaan (UP) DPRD Kabupaten Situbondo tahun 2017 senilai Rp 439 juta.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo, Handoko SH dan Asis Budianto SH saat menyampaikan dakwaannya mengatakan, kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan tidak bisa mempertanggung jawabkan uang negara sebesar Rp 439 juta. Masing-masing terdakwa dikenakan pasal 2 dan pasal 3 dengan ancaman diatas 5 tahun hukuman penjara dengan berkas terpisah.

“Dua berkas dakwaan¬†dibuat terpisah pada masing-masing terdakwa, nanti keduanya masing-masing menjadi saksi,” terang, Jaksa fungsioner, Handoko SH pada akuratnews usai persidangan.

Berbeda dengan Purwanto SH selaku Penasehat Hukum terdakwa yang menyatakan, bahwa klaennya adalah korban dalam perkara ini. Purwanto menilai bahwa dakwaan JPU kabur dan tidak jelas. Dalam dakwaan JPU seakan-akan uang itu di pakai bersama-sama oleh terdakwa. Pihaknya akan melakukan esepsi dalam sidang berikutnya.

“Kita pasti lakukan esepsi, karena apa dakwaan Jaksa kabur dan tidak jelas. Seakan-akan uang itu dipakai bersama oleh terdakwa. Padahal klien saya hanya korban.”tegas, Purwanto pada akuratnews usai persidangan.

Sebagaimana diketahui, penggunaan UP DPRD Situbondo 2017 tidak bisa dipertanggungjawabkan. Rp 439 juta di antara Rp 500 juta yang diterima sekretariat DPRD tidak ada pertanggungjawabannya. (Arief)

Komentar

News Feed