Dubes RI Tegaskan Habib Rizieq Dideportasi Arab Saudi

Riyadh, Akuratnews.com - Terkait rencana kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI)  Habib Rizieq Shihab ke Indonesia pada 10 November mendatang, Duta Besar (Dubes) RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menyatakan, Habib Rizieq pulang ke Indonesia setelah masuk daftar deportasi.

Sebelumnya, Rizieq mengklaim pulang ke tanah air setelah visanya diperpanjang oleh pemerintah Arab Saudi dan usai permohonan exit permit atau bayan safar dibatalkan.

Agus menjelaskan, status Rizieq itu terdapat layar keempat dalam sistem komputer imigrasi Arab Saudi.

"Di layar itu tertulis dengan sangat jelas nama MRS (Muhammad Rizieq Shihab) masuk dalam 'tasjil murahhal', daftar orang dideportasi," ungkap Agus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/11).

Dijelaskannya, di layar pertama sangat jelas sekali tidak ada perpanjangan visa, yang ada adalah perubahan batas akhir tinggal (intiha' al-iqamah) sampai dengan 11 November 2020.

"Saya berpesan untuk MRS: Tidak perlu malu dengan status di sistem komputer imigrasi Saudi ini," imbuh Agus.

Layar kedua, lanjut Agus, menampilkan menu utama Sijil al-Mukhalif atau daftar catatan pelanggar undang-undang keimigrasian. Identitas Habib Rizieq, lanjutnya tercatat di layar ini, mulai dari nama, jenis pelanggaran, nomor deportan, jenis dokumen, dan lainnya.

"Sedangkan batas tanggal berlakunya visa (tarikh intiha' as-salahiyah) tetap tanggal 20 Juli 2018 (dalam dokumen tertulis, 25/09/1439 H)," sambungnya.

"Jelas sekali MRS di layar kedua ini dilabeli 'mukhalif' pelanggar undang-undang dan ini tidak akan hilang," tandas Agus.

Dipaparkannya, di layar kedua ini ada dua kolom yang sensitif dan berkategori aib sehingga pihaknua merasa tak elok untuk membukanya ke publik.

"Saya masih menghargai MRS sebagai sesama santri," tutur Agus.

Sedangkan layar ketiga berisi data Habib Rizieq yang bolak-balik keluar masuk Arab Saudi, meski tak sempat ke Indonesia.

Agus menuturkan pihaknya pun telah berkomunikasi dengan Kantor Imigrasi Kerajaan Arab Saudi pada Kamis, 4 November 2020. Dari komunikasi itu, pihaknya mendapat lima lembar dokumen keimigrasian yang berisi informasi tentang Habib Rizieq.

"MRS, sesuai nama yang tertera dalam paspor bernomor B326????, visanya tidak diperpanjang oleh Pemerintah Arab Saudi dan hanya diberikan izin tinggal paling lambat sampai dengan 11 November 2020," kata Agus.

Dengan demikian, Habib Rizieq hanya mendapatkan waktu sembilan hari dari pemerintah Arab Saudi. Tenggat waktu itu terhitung sejak 2 November saat Rizieq datang ke Kantor Deportasi Syumaisi untuk mengurus admistrasi kepulangan.

"Arab Saudi hanya memberikan waktu sembilan hari sejak kedatangan MRS di Kantor Deportasi Syumaisi," ucap Agus.

Sebelum melewati batas waktu itu, Rizieq sendiri telah mengumumkan waktu kepulangannya ke Indonesia. Dia akan terbang dari Jeddah pada 9 November dengan Saudi Saudi Airlines nomor penerbangan SV 816 dan tiba di Tanah Air pada 10 November.

Seperti diketahui, Habib Rizieq sebelumnya berulangkali membantah overstay atau bermasalah dalam hal keimigrasian di Arab Saudi.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga