Dugaan Pemalsuan Absensi SMKN 1 WAE RI’I, Kadis Linus Lusi Diperiksa Polres Manggarai

Kadis P dan K Propinsi NTT Linus Lusi, S.Pd, M.Pd. (Foto:Akun Facebook Linus Lusi)

Akuratnews- Kadis P dan K Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Linus Lusi dijadwalkan akan diperiksa oleh penyidik Polres Manggarai atas kasus dugaan Pemalsuan Absensi di SMKN 1 Wae Ri'i. Linus Lusi dijadwalkan akan diperiksa guna diminta keterangannya pada Kamis, 15 September 2022.

Penyidik Fansi menyampaikan itu melalui aplikasi pesan WhatApp kepada Wartawan di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Rabu (14/9/2022) sore.

"Kawan sesuai jadwal besok minta keterangannya Pak Kadis P dan K NTT bersama mantan Kabid GTK di Dinas P dan K. Sampai saat ini kami belum dapat informasi apakah mereka datang atau tidak", jelasnya.

Dikatakannya, penyidik Polres Manggarai sudah memanggil Linus Lusi sebelumnya. Namun bersangkutan tidak hadir. Dikatakannya Sekda NTT meminta pemeriksaannya digelar di kupang.

"Kami sudah kirim panggilan pertama namun Pak Sekda NTT kirim surat ke Polres Manggarai minta supaya kami (penyidik) yg ke Kupang. Karena kami (penyidik) ada tugas rutin yg harus dikerjakan maka kami (penyidik) tidak ke Kupang namun kami (penyidik) kirim surat balasan ke Pak Sekda NTT supaya sampaikan ke pihak2 yg di panggil untuk menghadap ke Polres Manggarai sesuai jadwal yg kami (penyidik) tentukan", ujarnya.

Sementara itu, Kadis Linus Lusi saat dihubungi Wartawan melalui aplikasi pesan WhatsApp mengatakan ia sedang berada di Kupang.

"Beta di kupang adik. Beta di Kupang ada agenda yang tak bisa diwakili," katanya.

Sementara itu, terpisah mantan Kepala Sekolah SMKN Wae Ri'i, Yustin Romas dikediamannya mengatakan bahwa ia akan tetap fokus dan konsisten dalam penyelesaian kasus itu.

"Saya sedang mencari keadilan. Saya tidak akan mundur. Saya konsisten dengan apa yang saya katakan," ujar Yustin.

Untuk diketahui, Polres Manggarai sudah menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus itu termasuk Kepala Sekolah yang kini masih aktif menjabat, namun belum ditahan. Ketiga para tersangka yaitu Wakil Kasek Bagian Kurikulum tahun 2021 dan saat ini menjabat sebagai Kasek berinisial FT, lalu Plt Kasek tahun 2021 inisial SE, dan Kepala Tata Usaha berinisial EU.***

Penulis: Aristo Waku

Baca Juga