Evaluasi Penerapan SOP K3 di IMIP Jadi Keharusan

Morowali, Akuratnews.com - Kecelakaan kerja dikawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus terjadi. Dalam kurun dua bulan terakhir, ada sejumlah kasus yang menimpa karyawan dan berujung korban meninggal dunia.

Kasus kecelakaan kerja yang dialami Rian Sucipto (25 Thn) misalnya. Karyawan yang bekerja sebagai crew mekanik tungku ferrochorome di PT. IRNC ini, meninggal dunia pada 24 Novber 2019, usai mengalami kecelakaan kerja perbaikan tungku yang mengalami kerusakan.

Nasib naas juga dialami La Ode Abdul Riyan, karyawan yang bekerja di devisi Furnance PT. CSI atau karyawan titipan PT. BSI saat ditugaskan melakukan pemasangan sign atau rambu dari platform antara furnanace1 dan 2 di CSI.

"Korban mengalami luka bakar disekujur tubuh, akibat kebakaran yang diakibatkan adanya kebocoran di bagian gate baghause burnergun kiln pada 22 Oktober 2019," ungkap Anto Badung pengurus Serikat Pekerja Industri Morowali (SPIM) disela-sela aksi unjukrasa pada Selasa (3/12/2019) di Kantor DPRD Morowali.

Ia menambahkan, bulan sebelumnya, Kamis, (26/9), insiden kecelakaan kerja terjadi saat BT mengendarai truck 10 roda untuk mengangkut slag dari lokasi PT IMIP ke PT Indonesia Ruipu Nickel Chrome Alloy (PT IRNC).

"Kecelakaan terjadi disaat mobil yang dikendarai BT, tidak mampu menanjak dan akhirnya terguling menimpa salah seorang korban hingga nyawanya tidak tertolong," tuturnya.

Dari berbagai rentetan kasus kecelakaan kerja yang terjadi di PT. IMIP, mengisyaratkan bahwa, evaluasi penerapan SOP K3 menjadi sebuah keharusan.

"Kecelakaan kerja sering terjadi, ini ada yang salah. Untuk itu kami mendesak segera dilakukan evaluasi penerapan SOP K3 secara menyeluruh," tandasnya.

Penulis: Wardi Bania

Baca Juga