Jumlah Pengunjung Membludak

FPPJ: Lalai dan Tidak Becus, Dirut Ancol Harus Bertanggung Jawab

Pengunjung Ancol saat libur lebaran
Pengunjung Ancol saat libur lebaran

AKURATNEWS - Jumlah wisatawan yang datang ke Taman Impian Jaya Ancol pada libur lebaran hari kedua menyentuh 40.000 orang.

Manajemen Taman Impian Jaya Ancol pun memberlakukan penutupan gerbang akses keluar masuk pengunjung lebih awal.

Menyoroti kerumunan yang terjadi di Taman Impian Jaya Ancol pada Jumat, 14 Mei 2021. Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) meminta pihak pengelola ancol jangan mengabaikan prokes di saat pandemi.

Ketua FPPJ Rian mengatakan, membludaknya pengunjung Ancol hingga menyentuh angka 40 ribu di saat pandemi sangat membuat publik terhenyak kaget.

"Bagaimana orang mandi di pantai bisa menerapkan protokol kesehatan? Pakai masker juga tidak mungkin. Mau jaga jarak juga bagaimana caranya? Lihat saja berbagai gambar kerumunan yang terjadi di Ancol pada Jumat kemarin," ujar Rian dalam keterangan Pers yang diterima redaksi Sabtu, 15 Mei 2021.

Rian pun mendesak Dirut Ancol bertanggung jawab atas kejadian kemarin, pengunjung sangat membludak dan mengabaikan protokol kesehatan.

"Dirut Ancol harus segera mengklarifikasi atas kejadian kemarin agar tidak menimbulkan menafsirkan yang berbeda" ucap Rian.

Rian menambahkan, seharusnya pengelola Ancol menerapkan prokes dengan ketat dan mengatur jarak antar pengunjung saat di lokasi wisata.

Namun yang ada pihak pengelola seakan membiarkan terjadi kerumunan di pantai dan banyak yang tidak menjaga jarak serta tidak memakai masker.

Rian menuturkan, Jika Dirut Ancol tidak melakukan klarifikasi, maka FPPJ akan melaporkannya ke ranah hukum karena telah terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

"Dirut Ancol dalam hal ini telah lalai, harusnya dia tau di saat pandemi ini, aturan yang menciptakan kerumunan dilarang keras dan aturan ini telah di abaikan" tukasnya.

Berkaca dari kejadian kemarin, tambah Rian, FPPJ juga meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan jangan membuat kebijakan yang membingungkan masyarakat.

"Ziarah kubur yang menjadi ritual umat muslim saat Lebaran dilarang dengan alasan mencegah penularan COVID-19 karena terjadi kerumunan massa, namun di sisi lain wisata Ancol dibuka, Gubernur dalam hal ini Anies Baswedan jangan buat kebijakan standar ganda dong" pungkasnya.

Membludaknya pengunjung Ancol pada hari Jumat kemarin memang sempat viral di media sosial.

Dikutip dari Antara, saking ramainya, manajemen Ancol terpaksa menutup gerbang akses keluar-masuk pengunjung lebih awal, yakni pukul 17.00 WIB.

Sementara aturan normal jam tutup operasional Ancol adalah pukul 20.00 WIB.

"Dari jumlah kuota yang tersedia sudah terpenuhi dan kami lakukan pemantauan langsung serta kebijakan untuk melakukan penutupan pintu gerbang lebih awal agar tetap nyaman dan protokol kesehatan dapat diterapkan dengan baik," ujar Corporate Communications Taman Impian Jaya Ancol Rika Lestari.

Tidak sedikit warganet yang membandingkan kerumunan kunjungan wisatawan yang mandi di Pantai Ancol dengan yang dilakukan warga India saat melakukan ritual mandi massal di Sungai Gangga atau yang dikenal pula dengan Festival Kumbh Mela.

Festival tersebut sudah ditetapkan sebagai super spreader tsunami COVID-19 di India.***

Penulis: Redaksi

Baca Juga