Front Solidaritas Pembela HAM Bakal Aksi di Momentum HUT Morut

Ilustrasi Unjuk Rasa
Ilustrasi Unjuk Rasa

AKURATNEWS - Front Solidaritas Pembela HAM mengagendakan aksi unjukrasa bertepatan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Morowali Utara (Morut), pada besok, Sabtu (23/10/2021). Hal ini berdasarkan surat pemberitahuan aksi yang dilayangkan kepada pihak Polres Morut, tertanggal 20 Oktober 2021.

Aksi unjukrasa dilakukan karena dipicu terkait penangkapan yang di lakukan oleh pihak kepolisian terhadap M.Yahya dan Ancong atas laporan PT GNI ke pihak kepolisian Resort Morowali Utara dengan dugaan pengrusakan jalan umum.

Masih berdasarkan surat pemberitahuan aksi yang ditandatangani Ahmad Fauzan selaku Koordinator, disebutkan sejumlah tuntutan. Diantaranya, pertama, meminta untuk membebaskan M.Yahya Cs. Ketiga, meminta agar menghentikan aktifitas apapun di atas obyek perkara yaitu
lahan Milik M.Yahya. Selain itu, menuntut menghentikan aktifitas PT. ANA yang tidak memiliki HGU.

Untuk estimasi masa sebanyak 300 orang. Adapun titik kumpul di rumah bapak M. Yahya dengan titik aksi yang ditetapkan di bundaran kolonodale atau didepan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Morut. Meski aksi dan tuntutan dibenarkan berdasarkan peraturan dan perundang-undangan penyampaian pendapat dimuka umum, namun momentumnya dianggap tidak tepat karena bertepatan HUT Morut.

Hal ini disampaikan Faisal Dg Siame salah satu tokoh masyarakat Morut, Jumat (22/10/2021). Menurut Faisal Dg Siame masyarakat Morut, khususnya di Kolonodale tidak melarang adanya aksi unjukrasa penyampaian pendapat di muka umum. Hanya saja kali ini kami anggap tidak tepat.

"Karena saat ini banyak tamu penting dari luar daerah. Belum lagi momennya untuk perayaan HUT Morut, seakan dengan aksi unjukrasa kita mempermalukan daerah kita sendiri dihadapan tamu penting dari luar daerah," ungkap Faisal Dg Siame.

Untuk itu, tambah Faisal Dg Siame, jika aksi unjukrasa tetap dipaksakan dilaksanakan besok, maka kemungkinan akan ada aksi tandingan menolak mengacaukan perayaan HUT Morut. "Kami punya rasa memiliki dan seluruh masyarakat Morut seharusnya pun punya rasa memiliki daerah ini," tutupnya.***

Penulis: Wardi Bania

Baca Juga