Gaet Milenial, Kolaborasi dan Inovasi Seni Wayang Jadi Kunci

Jakarta, Akuratnews.com - Di tengah gempuran teknologi yang membuat banyaknya ragam tayangan yang memanjakan kaum milenial, kehadiran seni wayang diharapkan juga mampu eksis menjadi tontonan yang diminati generasi milenial.

"Memang perlu effort yang lebih. Perlu ada pembaharuan dalam tokoh dan durasi yang perlu dipersingkat dan pemadatan lakon," ujar Kuat Prihatin, perwakilan Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) Organisasi Pewayangan Indonesia di Jakarta, Selasa (10/3).

Ia melihat, pementasan wayang saat ini perlu ada inovasi yang tak keluar dari pakem wayang yang sudah ada.

"Tokoh baru perlu juga dimunculkan sebagai selingan," ucap Kuat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Sekretariat Nasional Wayang Indonesia (SENAWANGI), Suparmin Sunjoyo menyebut, di era milenial ini, salah satu tantangan terbesar pihaknya adalah menemukan cara menanamkan kecintaan seni pertunjukan wayang kepada generasi milenial.

"Saat ini, jarang anak muda yang betah menyaksikan pertunjukan wayang sampai selesai. Apalagi jika pertunjukan itu berlangsung hingga pagi hari,” kata Suparmin

Untuk itulah, Rakor kali ini salah satunya dimaksudkan sebagai ajang mencari strategi dan cara agar seni wayang tak kehilangan peminat dari kalangan anak muda.

Meski perlu mengkolaborasi dengan unsur modern, namun ia mengatakan, bukan berarti wayang klasik dengan pakemnya harus dihilangkan.

"Meski ada usaha menggabungkan unsur modern, tapi tetap harus juga ada wayang yang tetap mempertahankan pakem-pakemnya. Karena ini juga ada peminatnya. Jadi kita jalani saja semuanya. Masing-masing tetap jalan dengan segmen masing-masing," kata Suparmin.

Ditambahkan Humas SENAWANGI, Eny Sulistyowati, dalam Rakor yang bertema 'Bergerak Bersama Memajukan Wayang Indonesia' ini juga dibahas kerjasama antar stakeholder pewayangan.

"Kita juga butuh suport pemerintah untuk mempromosikan wayang ke mancanegara. Seperti di bulan Juni nanti, kita akan ke tiga kota di Eropa yakni, Bled (Slovenia), Vienna Velden (Austria) dan Trieste (Italia). Untuk yang di Italia kita masih butuh konfirmasi lagi terkait wabah virus Corona," kata Eny.

Selain SENAWANGI, Rakor ini juga dihadiri oleh PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia), APA (ASEAN Puppetry Association) Indonesia, UNIMA (Union Internationale de la Marionnette) Indonesia dan PEWANGI (Persatuan Wayang Orang Indonesia).

Selain itu juga hadir perwakilan dari sanggar-sanggar terkemuka dari seluruh Indonesia, antara lain; Sanggar Budaya Rumah Cinta Wayang, yang dipimpin Dwi Woro Retno Mastuti.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga