Imbas Corona, Inggris Tanggung 80 Persen Upah Pekerja

London, Akuratnews.com - Tak hanya di Indonesia, di Inggris banyak karyawan yang tidak bisa bekerja karena aturan social distancing guna mencegah penyebaran wabah virus Corona.

Namun bedanya, Pemerintah Inggris akan menanggung 80 persen upah warganya yang tidak dapat bekerja karena wabah virus Corona ini.

Hal ini sejalan dengan keputusan Inggris untuk menutup sejumlah tempat hiburan seperti restoran, bioskop, bar, hingga klub malam.

"Hari ini saya dapat mengumumkan, pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah akan turun tangan dan membantu membayar upah masyarakat," ujar Menteri Keuangan Inggris, Rishi Sunak seperti dikutip dari AFP.

Penutupan tempat hiburan merupakan bentuk upaya jaga jarak (social distancing) di tengah meningkatkan jumlah korban yang meninggal karena wabah virus corona.

Sunak berharap pencairan dana bantuan upah tersebut dapat cair dalam beberapa pekan ke depan. Besaran upah yang dibayarkan maksimal 2.500 poundsterling per bulan atau sekitar Rp46,25 juta (asumsi kurs Rp18.500 per poundsterling) per bulan.

Rencananya pembayaran upah akan dilakukan selama tiga bulan, mulai Maret 2020. Namun, tidak menutup kemungkinan diperpanjang.

Selain membayar 80 persen upah karyawan, Inggris juga menerapkan kebijakan penangguhan pembayaran pajak penjualan senilai 30 miliar poundsterling.

Tak hanya itu, Inggris juga meningkatkan bantuan kesejahteraan dan memperpanjang skema pembayaran kredit usaha. Salah satunya bantuan untuk meringankan biaya sewa rumah senilai satu miliar poundsterling.

Di awal pekan ini, pemerintah Inggris juga menyiapkan pinjaman senilai 330 miliar poundsterling untuk membantu bisnis yang terpukul karena wabah tersebut.

Salah satu sektor yang terkena dampak paling besar adalah pariwisata dan akomodasi yang mulai memangkas jumlah pekerjanya.

Kepala Kongres Serikat Dagang Inggris Frances O'Grady mendukung upaya penyelamatan ekonomi itu.

"Pemberi kerja sekarang dapat percaya diri, mereka akan mampu membayar bebab upaya. Mereka harus seger meyakinkan pekerja bahwa pekerjaan mereka aman," tuturnya.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga