Skandal Mata-mata Dunia

Intelijen: Mata-Mata Rusia Meningkat Tajam di Swiss

Swiss, Akuratnews.com – Intelijen Swiss mengungkap banyaknya mata-mata Rusia yang menyusup dan beroperasi di negara itu. Hal itu terungkap saat munculnya dua kasus yang diduga melibatkan kalangan atas, melibatkan agen Rusia dan berusaha menyusup ke beberapa tempat di Swiss.

“Saya tidak dapat memberikan banyak rincian tentang kegiatan Rusia di Swiss tapi jelas memiliki lebih banyak kegiatan daripada sebelumnya,” kata Direktur Dinas Intelijen NDB, Jean-Philippe Gaudin, kepada wartawan di sela jumpa pers, seperti dilansir situs international.

“Saya tak bisa menyebutkan berapa banyak mata-mata tapi jumlahnya cukup berarti. Tentu saja, saya punya banyak informasi tetapi saya akan bagikan hal itu ke rekan saya di tempat lain dan bukan ke media,” katanya.

Dari Oslo, Reuters melaporkan bahwa Norwegia akan membebaskan seorang pria Rusia, yang ditangkap karena disangka melakukan kegiatan mata-mata, kata polisi di Twitter pada Jumat.

Mikhail Bochkaryov ditahan pada 21 September di bandar udara Oslo ketika ia akan terbang setelah menghadiri seminar internasional mengenai digitalisasi di parlemen Norwegia.

Ia membantah melakukan kesalahan dan Kementerian Luar Negeri Rusia telah meunutut Norwegia membatalkan “dakwaan-dakwaan konyol” dan membebaskan Bochkaryov, yang diketahui sebagai anggota staf di Majelis Tinggi parlemen Rusia.

Dinas Keamanan Kepolisian Norwegia (PST) sebenarnya berusaha memperpanjang penahanannya, tetapi Pengadilan Distrik Oslo pada Kamis menolak permintaan itu, memicu upaya banding segera yang diajukan para penuntut.

Pada Jumat, PST menarik bandingnya dan mengatakan Bochkaryov akan dibebaskan, walau dinas itu tidak menawarkan penjelasan lebih lanjut.

Belum jelas apakah kepolisian akan membatalkan kasus tersebut, yang telah mendorong pihak berwenang secara singkat tidak memfungsikan layanan mesin cetak dekat tempat seminar itu di parlemen, dan menutup ruang pertemuan komite luar negeri dan pertahanan, satu lantai di bawah. PST tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar. **

Penulis:

Baca Juga