Jawa Tengah Jamin Surplus Beras

Sragen, Akuratnews.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan panen raya padi seluas 486 hektare di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Rabu (24/01/18).

Dalam panen raya tersebut, Menteri Andi didampingi langsung oleh Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyanto di Desa Plumbungan, Kecamatan Karangmalang.

Tampak hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen Eka Rini Mumpuni Titi Lestari, Direktur Bulog Andrianto, Dirut PT Pertani Ir Wahyu, Asisten Teritorial KASAD Mayjen Supartodi, Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ilyas payong.

Juga, Dirjen Hortikultura Spudnik Sudjono, Ketua KPPU Syarkawi Rauf, Dirut  PT SHS Syaiful Bahri, Kepala Staf Komando Daerah Militer Pangdam IV Diponegoro Bakti Agus Fadjari, perwakilan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Direktur PT PUSRI, dan perwakilan Bank BUMN.

Kedatangan Menteri Amran disambut oleh sekitar 600 petani. Mereka meneriakkan dengan yel-yel seperti "tetap kerja, kerja, kerja", "tidak mogok kerja", dan "tolak impor".

Pada acara panen raya bertajuk Tanam dan Panen Padi Tiap Hari Untuk Kedaulatan Pangan tersebut, Menteri Amran mengatakan, pemerintah akan terus memberi perhatian penuh kepada petani melalui penyaluran bantuan secara gratis berupa alat mesin pertanian.

Alat mesin pertanian akan naik 2.000 persen, rehab irigasi tersier 3,2 juta hektare, bantuan benih unggul, asuransi pertanian satu juta hektare dan lain-lain.

"Setelah kita berhasil swasembada empat komoditas, ke depan kita fokus pada kesejahteraan petani, family welfare. Saya sampaikan bahwa Bapak Presiden Jokowi sangat mencintai dan menyayangi semua petani,” tutur Mentan Amran.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen Eka Rini Mumpuni Titi Lestari mengatakan seiring panen raya padi harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani di wilayah tersebut turun sebesar Rp400 per kilogram. Padahal beberapa pekan sebelumnya, harga GKP berkisar Rp5.500 per kg dan kini menjadi Rp5.100 per kg.

Iwan, salah satu petani Desa Plumbungan, menuturkan, sebagian besar petani di wilayah tersebut menanam padi varietas ciherang yang berumur 90 hari.

Menurut Iwan, petani bisa mendapatkan gabah sebanyak 8,4 ton per hektare dalam panen tersebut. “Ini hamparan panen sangat luas. Harga gabah sebelumnya Rp5.400 dan sekarang tengkulak mulai nawar harga turun, Pak,” kata Iwan.

Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno menegaskan kembali tentang posisi Kabupaten Sragen sebagai salah satu lumbung padi atau penyangga kebutuhan beras di Jawa Tengah.

“Buktinya, kita hari ini panen di hamparan sawah seluas 486 hektare,” ujar dia, “Jadi, Pak Menteri, warga Sragen di sini menolak impor beras.”

Dinas Pertanian Kabupaten Sragen menyatakan untuk produksi beras tiga bulan ke depan, yaitu Januari hingga Maret diprediksi dalam kondisi surplus.

Hingga akhir Januari ini, panen raya padi akan dilakukan di areal seluas 6.665 hektare. Dengan luas lahan tersebut, produksi beras yang bisa didapatkan sekitar 23.993 ton.

Pada Februari mendatang, panen dilakukan di lahan seluas  29.818 hektare dan capaian produksi beras yang didapatkan diperkirakan sekitar 105.593 ton.

Terakhir, pada Maret mendatang diperkirakan produksi beras mencapai 13.090 ton di lahan seluas 3,718 hektare.

Jika melihat tingkat konsumsi beras penduduk Kabupaten Sragen yang berjumlah 981 ribu jiwa, maka kebutuhan beras setiap bulan sekitar 7.843 ton.

Dengan merujuk pada patokan angka tersebut, pada Januari ini Kabupaten Sragen masih surplus beras sekitar 16.090 ton beras. Berikutnya, pada Februari diperkirakan masih surplus 97.750 ton dan Maret surplus 5.247 ton.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Yuni Astuti juga menjelaskan terkait dengan gambaran panen padi secara keseluruhan di Jawa Tengah.

Pada Januari ini, kata Yuni, panen padi akan berlangsung di lahan seluas 109 ribu hektare. Kemudian, pada Februari mendatang panen dilakukan di areal seluas 328 ribu hektare dan Maret di lahan seluas 293,6 ribu hektare.

Dengan melihat luasan panen tersebut, Yuni mengatakan, selama tiga bulan ke depan prediksi produksi beras terus meningkat. Pada Januari, produksi Gabah Kering Giling (GKG) bisa mencapai 620 ribu ton atau setara 375 ribu ton beras.

Lalu, pada Februari terdapat sekitar 1.92 juta ton GKG atau setara 1,16 juta ton beras dan Maret sekitar 1,73 juta ton GKG atau setara 1,43 juta ton beras.

Yuni mengatakan, jika melihat tingkat konsumsi beras penduduk Jawa Tengah (34,49 juta jiwa) sebesar 267 ribu ton per bulan, maka produksi beras di Jawa Tengah dalam kondisi surplus setiap bulan. Ia juga akan memastikan bahwa jangan sampai harga gabah jatuh seperti tahun lalu sebesar Rp3.000 per kg.

Untuk diketahui, sebelumnya (22/1/2018) rombongan Menteri Amran juga memantau sebaran panen dengan pesawat helikopter di Jawa Timur dan sempat melakukan panen di Bojonegoro, Jawa Timur. Menteri Amran juga melanjutkan panen padi di Demak, Kudus, dan Grobogan, Jawa Tengah (23/1).

(Red)

Penulis:

Baca Juga