oleh

Jokowi Diminta Copot Relawan yang Jadi Komisaris

Jakarta, Akuratnews.com – Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menyarankan capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) segera memberhentikan seluruh relawannya pada Pilpres 2014 silam dari jabatan komisaris di sejumlah BUMN. Sebab, para tenaga para relawan itu dibutuhkan untuk memenangi Pilpres 2019 mendatang.

Hendri merujuk dari begitu masifnya Aksi 212 yang kalau dilihat dari kasat mata pasti mereka mendukung capres nonor urut 02 Prabowo. Bahkan hampir bisa dipastikan peserta Aksi 212 ini loyalis militan Prabowo.

“Siapa yang membela Jokowi sekarang? Pada 2014, Jokowi dibantu oleh relawan-relawan yang sekarang telah menjadi komisaris di BUMN. Ya udah sekarang tinggalkan dulu kursi empuknya, turun lagi ke lapangan bantu Jokowi. Kalau enggak, seperti saya perkirakan Februari Maret bisa fifty-fifty,” ujar Hendri dalam diskusi mingguan Seknas Prabowo-Sandiaga, di Menteng Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2018).

Menurut Hendri, sekarang ini harusnya, relawan ini mengikuti perkembangan elektabilitas Jokowi. Pada Oktober 2018 bisa saja disparitas hingga 20 persen, tetapi oposisi tidak akan diam saja.

“Dengan kondisi ekonomi seperti sekarang ini, dengan penegakan hukum belum bisa dibanggakan oleh Jokowi maka disparitas ini makin lama makin kecil,” katanya.

Kini, kata Hendri, Prabowo punya militansi 212. Satu-satunya cara mengimbangi itu hanya relawan-relawan Jokowi.

Ia menyebut, sekarang ini relawan Jokowi sudah jauh berkurang sehingga perlu merekrut kembali relawan yang kini sudah banyak jadi komisaris.

“Kecuali para relawannya cuma ingin komisaris hanya satu periode pemerintahan saja sehingga enggak lagi perlu turun ke lapangan,” katanya.

Hendri mengatakan, Jokowi kini terkesan bekerja sendirian, karena militansi KH Ma’ruf Amin juga terbatas. Satu-satunya jalan bila Jokowi mau menang maka harus hidupkan lagi relawan-relawannya. (Wan)

Komentar

News Feed