Kaghati Kolope Muna Terjaring Dalam KEN 2022

Generasi pelestari Layang-layang purba di Sanggar Kaghati Kolope (Foto:Novrizal R Topa)
Generasi pelestari Layang-layang purba di Sanggar Kaghati Kolope (Foto:Novrizal R Topa)

AKURATNEWS. COM: Layang-layang tradisional suku Muna (Kaghati Kolope) terpilih mengikuti Kharisma Event Nusantara (KEN) yang rencananya akan digelar pada bulan Juni tahun 2022 mendatang di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Setelah melewati proses kurasi tahap I dan tahap II, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menetapkan festival Kaghati Kolope di Muna, siap untuk diselenggarakan.

Kepala Dinas Pariwisata Muna, Amiruddin Ako, mengatakan dari 319 usulan, 171 kegiatan yang layak mengikuti presentasi di depan para kurator hingga akhirnya terpilih 100 KEN 2022 dengan kategori Top 10 KEN dari 34 provinsi.

"Untuk Sulawesi Tenggara, ada tiga daerah yang terpilih dalam KEN 2022, selain Kaghati Kolope di Kabupaten Muna, ada juga Festival Tangkeno di pulau Kabaena Kabupaten Bombana serta Wakatobi Wonderful Festival and Expo di Wakatobi", papar Amir.

Dikatakan Amir, kalau Festival Kaghati Kolope ini juga sebagai ajang pengakuan bahwa layang-layang tertua di dunia sebenarnya ada di Muna.

"Tentu hal ini bukanlah isapan jempol belaka, apalagi setelah seorang ahli layang-layang internasional sekaligus antropolog bernama Wolfgang Bieck berkebangsaan Jerman telah melakukan penilitian nya beberapa tahun lalu di pulau Muna", ungkap Amir.

Menurut Amir, pernyataan Wolfgang itu berdasarkan temuannya di Gua Sugipatini, Desa Liang Kobori yang jaraknya sekitar delapan kilometer dari ibukota Kabupaten Muna (Raha).

"Di dinding batu Gua Sugipatini, Wolfgang menemukan lukisan tangan manusia purba yang menggambarkan seseorang sedang menerbangkan layangan. Lukisan itu dibuat menggunakan tinta warna merah dari oker atau campuran tanah liat dengan getah pohon selanjutnya Wolgang memperkirakan Kaghati telah berumur 4.000 tahun, " imbuh Amir.

Amir menerangkan, keunikan Kaghati Kolope yang beberapa bagian bahannya terbuat dari daun ubi hutan dan tersusun rapi ini, mengundang banyak wisatawan berkunjung ke pulau Muna, bahkan banyak diantara mereka menjadikan bahan penelitiannya.

Amir Mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Muna, untuk ikut mensukseskan event besar ini, apalagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung langsung KEN 2022 yang dinilai harus mampu mengangkat citra pariwisata Indonesia dan menjadi motor penggerak kebangkitan sektor parekraf.

"Terpilihnya Muna didalam even ini, tentu tak terlepas pula dari peran dan upaya yang dilakukan Bupati Muna LM. Rusman Emba", kata Amir.

Orang nomor satu di Dinas Pariwisata Muna ini, berharap even ini bisa menjadi ajang kolaborasi dan inovasi bagi komunitas budaya, pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif serta pemerintah untuk mempromosikan kekayaan tradisi, kekayaan budaya, peninggalan bersejarah dan kekayaan alam di Muna," Pungkasnya.

Penulis: Novrizal R Topa

Baca Juga