Kapolrestabes Surabaya Absen Dalam Sidang Praperadilan, Singky Soewadji : “Kami memaklumi”

Sidang Praperadilan Singky Soewadji melawan Kapolrestabes Surabaya, Senin (9/11/20)

Surabaya, Akuratnews.com - Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, menggelar sidang permohonan pra Peradilan antara Singky Soewadji melawan Polrestabes Surabaya, Senin (9/11/20) siang.

Permohonan praperadilan tersebut diajukan oleh Singky atas terbitnya Surat perintah penghentian penyelidikan (SP3) nomor : SP-Sidik/ 310/ VI/ 2015/ Reskrim, terkait kasus pelepasan 420 satwa dilindungi di Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Dalam sidang tersebut, Kasubag Hukum Polrestabes Surabaya, Kompol Mukhamad Lutfi dan Brigadir Satria Wisnu menyatakan, belum siap memberikan jawaban dari pemohon.

"Kami belum siap memberikan jawaban pemohon," katanya singkat

Kepada wartawan, M. Sholeh selaku kuasa hukum Singky Soewadji (Pemohon), tidak mempermasalahkan terkait ketidaksiapan Polrestabes Surabaya.

"Terkait itu (ketidaksiapan) bukan domain kami, yang pasti hari ini adalah pembacaan gugatan. Kami tetap pada gugatan tidak ada pencabutan, sekarang kami serahkan kepada termohon," ungkap Sholeh.

Disinggung ketidak hadiran Kapolrestabes Surabaya dalam sidang tersebut, Sholeh hanya berharap esensi dalam sidang Praperadilan selanjutnya, termohon dapat dihadirkan untuk memberikan jawaban gugatan.

"Esensi kami, dalam sidang nanti Rabu (11/11/2020) dapat menghadirkan saksi, baik pidana maupun saksi konservasi, agar dapat memberi keterangan terkait dikeluarkannya SP3 dalam pemindahan Satwa dilindungi dari KBS itu, cacat hukum apa tidak," imbuhnya.

Sementara itu kata Singky, ia memaklumi jika Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Edison Isir, tidak hadir. Karena menurutnya, Kepolisian memiliki banyak tugas.

"Kami memaklumi ketidak hadirannya Kapolrestabes Surabaya, mengingat saat ini adalah tahun Politik (Pilwali) juga masih dalam massa Pandemi Covid-19. Apalagi kasus ini tidak menyangkut harkat hidup seseorang," paparnya.

Singky juga berpendapat, kemungkinan besar Kombes Pol, Jhonny Edison Isir, tidak memahami kasus yang ditangani oleh pendahulunya.

"Bisa jadi Kapolrestabes Surabaya, tidak memahami kasus yang ditangani oleh pendahulunya, sehingga memilih tidak hadir dan tetap melanjutkan Praperadilan untuk mempelajari kenapa kasus ini di SP3," Paparnya.

"Kami hanya ingin bekerja sama dengan pihak Polrestabes Surabaya, untuk membuka kembali adanya 'penjarahan' 420 ekor Satwa dilindungi dari KBS, yang tidak sesuai dengan PP nomor 8 tahun 1999," tambah Singky.

Singky sendiri pernah ditahan selama 18 hari, lantaran ia dijadikan tersangka atas kasus pencemaran nama baik. Padahal awalnya ia adalah saksi kasus pelepasan 420 satwa dilindungi di KBS.

Namun, akhirnya ia divonis bebas murni sesuai putusan Mahkamah Agung Nomor : 282K/Pid.Sus/2018.

Penulis:

Baca Juga