Kehadiran Kapal Tanker BBM Sigam Indah, Tanpa Izin Olah Gerak

Kapal Tanker
Kapal Tanker

Morowali, Akuratnews.com - Kapal Tanker Bahan Bakar Minyak (BBM) Sigam Indah sejak kurang lebih sebulan berlabuh di wilayah perairan Morowali atau tepatnya dibibir pantai antara desa Lalampu dan Siumbatu Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali.

Keberadaan kapal tanker tersebut diwilayah perairan Morowali mengusik tanya sejumlah pihak perihal aktifitas kapal tanker. Apa maksud dan tujuan kedatangan kapal dan berlabuh di tempat itu. Apakah untuk melakukan aktifitas bongkar muat BBM ataukah untuk mencari tempat berlindungnya kapal?.

Untuk mengetahui maksud dan tujuan kedatangan serta berlabuhnya kapal tanker Sigam Indah diwilayah tersebut, wartawan media ini melakukan konfirmasi kepada pihak yang memiliki otoritas terkait penerbitan ijin olah gerak kapal, yakni pihak Syahbandar.

Akan tetapi konfirmasi tak terduga, keanehan pun muncul. Justru pihak Syahbandar tidak mengetahui kehadiran kapal tanker Sigam Indah diwilayah perairan Morowali. Menurut pihak Syahbandar, setelah dilakukan pengecekan pihaknya baru mengetahui dan berjanji akan melakukan penyelidikan kepada pihak kapal tanker Sigam Indah.

"Kami masih selidiki siapa agennya dan siapa yang ijinkan berada diwilayah itu. Karena bisa saja berlindung. Dan kalau memang ada kegiatan, berarti tanpa ijin berdasarkan hasil kroscek kapal ini tidak ada dalam registrasi di kantor," jelas Muharram, pada Senin (29/4/2021).

Padahal, setiap kapal yang melakukan
pelayaran dan kedatangannya harus diketahui dan memiliki izin olah gerak yang dikeluarkan Kantor Kesyahbandaran. Dan kalau pun tidak punya ijin olah gerak, tentu ada aturan tentang pelayaran yang dilanggar.

Begitu pula, soal ijin bongkar muat barang berbahaya pun disinyalir tidak dimiliki pihak Kapal Tanker Sigam Indah. Disisi lain, ada indikasi kuat terjadi pembongkaran BBM secara ilegal atau tanpa dokumen pendukung.

Sementara itu, saat dikonfirmasi via pesan WattsApp, Kasatreskrim Polres mengatakan untuk informasi awal diketahui bahwa keberadaan kapal tersebut dalam kondisi rusak dan sudah berada dilokasi tersebut selama tiga minggu lamanya. "Kita cek dulu pak Ketua," tulisnya.

Sedangkan pihak Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Morowali, Anwar Saimu dimintai tanggap soal keberadaan kapal yang berpotensi merusak terumbu karang dan mangrove mengaku akan menyampaikan persoalan tersebut ke pimpinan. Ia tidak memberikan tanggapan dan mengalihkan untuk konfirmasi langsung ke kabid pengendalian pencemaran dan konservasi.

Kebetulan ada kabidnya yg menangani masalah bakau. Namanya ibu Beti kabid pengendalian pencemaran dan konservasi DLHD Morowali," terang Anwar Saimu.

Akan tetapi saat dihubungi, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Konservasi DLHD Morowali, Beti tidak ingin berkomentar dan menyarankan untuk konfirmasi langsung ke Kadis DLHD Morowali. Namun ketika, wartawan mencoba mendatangi Kantor DLHD Morowali, Kadis DLHD Morowali tidak berada di tempat.

Penulis: Wardi Bania

Baca Juga