Ancaman Nuklir India vs Pakistan dan China

Ketika Jenderal India Nyatakan Siap Perang dengan China dan Pakistan

Jenderal Bipin Rawat. (Foto istimewa).

New Dehli, Akuratnews.com - Baku tembak hebat antara militer India versus Pakistan kembali terjadi di sejumlah desa daerah perbatasan di distrik Baramulla, Kashmir utara. Wilayah paling panas kedua negara ini menjadi duri bagi perdamaian kedua negara yang mandeg 1 dekade ini.

Melansir,Sputnik pada Jumat (2/8/2019), bentrokan paling baru terjadi di sektor Hajipeer di Uri, meliputi Churanda, Silikote, Tilawari, Sadpora dan sejumlah desa lainnya. Pakistan mengevakuasi sedikitnya 50 pekerja China yang ditembaki saat sedang mengerjakan proyek antara China dan pakistan.

Hubungan India dan Pakistan terus memburuk setelah Militer India bereaksi keras atas kedekatan China dengan Pakistan.

Terparah, tahun 2017 lalu, militer India bersiap mengambil langkah represif menyusul peringatan yang diberikan Kepala Angkatan Darat India Jenderal Bipin Rawat kepada atasannya bahwa New Delhi harus dipersiapkan untuk perang simultan dengan China dan Pakistan jika hubungan terus memburuk.

Jenderal Rawat membuat komentar sebelum Center for Land Warfare Studies membuat diskusi tentang hubungan India dengan China. Dia menuduh Beijing ”melenturkan otot-ototnya” dan terus memperluas klaim kedaulatan atas tanah dan laut. Situasi tak kondusif berkenaan klaim China atas kedaulatan tanah dan laut yang mempertajam sengketa, disikapi keras Jendral senior India ini.

“Mengiris salami, mengambil alih wilayah dengan cara yang sangat bertahap, menguji batas adalah sesuatu yang harus kita waspadai dan tetap siap menghadapi situasi yang muncul secara bertahap dalam konflik,” katanya.

Diketahui, China telah berseteru di kawasan dengan banyak tetangganya, termasuk dengan India di Arunachal Pradesh dan dengan Jepang di Laut China Timur. Beijing juga berseteru dengan Filipina dan Vietnam di Laut China Selatan, dan yang terakhir dengan Bhutan di Dataran Tinggi Doklam. Bhutan yang dipandang sebagai wakil India dalam kebuntuan 10 minggu dengan China.

Rawat menambahkan bahwa ada sedikit harapan untuk melakukan rekonsiliasi dengan rival lamanya, Pakistan, yang kini telah menjadi sangat dekat dengan China.

”Apakah konflik ini akan terbatas dan terbatas dalam ruang dan waktu, atau apakah ini dapat meluas menjadi perang habis-habisan dengan (Pakistan) yang mengambil keuntungan dari situasi yang berkembang di perbatasan utara, sangat mungkin terjadi,” kata Rawat, beberapa waktu lalu, lansir Sputnik.

Rawat menolak anggapan bahwa ketiga negara yang menjadi kekuatan nuklir akan mencegah peperangan.

”Senjata nuklir adalah senjata penangkal, ya, memang, tapi untuk mengatakan bahwa mereka dapat mencegah perang atau mereka tidak akan membiarkan negara-negara berperang, dalam konteks kita yang mungkin juga tidak benar,” katanya. Jika hubungan terus memburuk, maka peperangan terletak di dalam wilayah realitas.”

Mendekati panasnya krisis di Semenanjung Korea, kini bergeser pada negara-negara nuklir semacam India dan Pakistan. Belum diketahui apa tanggapan China atas komentar keras Jenderal India ini.**

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga