KY Ungkap 3.581 Laporan Pengaduan Masyarakat Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Komisi Yudisial ( KY) Aidul Fitriciada Azhari mengatakan, sepanjang 2016 terdapat 3.581 laporan pengaduan masyarakat terhadap dugaan pelanggaran kode etik hakim.

Aidul menjelaskan, pengaduan masyarakat yang terdiri dari 1.682 terkait dugaan pelanggaran etik yang dilakukan hakim.Diantaranya 262 dilaporkan langsung ke Kantor KY,  dan 1.198 laporan melalui surat atau via pos .

Ketua KY ini juga menyebutkan, 36 laporan diperoleh berdasarkan informasi yang datang dari berbagai pihak, yakni 186 laporan disampaikan melaui kantor penghubung.

Selain itu, KY juga mendapatkan laporan melalui surat tembusan dari lembaga peradilan lain sebanyak 1.899 pengaduan.Dengan berarti jumlah total pengaduan yang masuk ke KY berjumlah 3.581 laporan.

Menurutnya, sesuai tugas fungsi dan pokok, selain berwenang mengusulkan pengangkatan hakim ke Mahkamah Agung ( MA), KY menindaklanjuti laporan yang masuk.

"Menjaga kehormatan dan martabat perilaku hakim," kata Aidul di sela acara laporan Capaian Kinerja Tahun 2016 dan Outlook Tahun 2017 di ruang Auditorium lantai 4 Gedung KY, Jakarta, Selasa (24/01/17).

Dia mengungkapkan, dari 1.682 laporan yang masuk ke KY,sebanyak 416 telah diregistrasi sebab berkas laporannya lengkap dan 286 lainnya masih menunggu kelengkapan tambahan.

Sementara, 224 laporan telah duteruskan ke Badan Pengawas ( Bawas) MA, sebanyak 13 laporan, kemudian ke Komisi Kepolisian Nasional, Komisi Kejaksaan dan Ombusman. Selanjutnya 170 laporan lainnya bukan dalam kewenangan KY.

Seperti pembatalan putusan, permohonan bantuan atau perlindungan hukum,  permintaan pendapat hukum atau fatwa, serta laporan terkait hakim konstitusi dan eksaminasi putusan.

"Kasus pelanggaran terbanyak merupakan soal perselingkuhan dan suap," ucapnya.

Dia berharap agar perbedaan persepsi tersebut  terkait dengan pengawasan terhadap hakim, selama 2016 yang masih terjadi ketidaksepahaman antara MA dan KY di tahun 2017 dapat diatasi. (Agus)

Penulis:

Baca Juga