Larang Antrian Bantuan, BAZNAS Sesalkan Insiden di Bogor

Bogor, Akuratnews.com - Ratusan warga tampak berbondong-bondong datang ke Kantor BAZNAS Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk menerima paket sembako yang kabarnya akan dibagikan, Senin (20/4).

Sambil memegang Kartu Keluarga (KK), warga mengantre dan berdesak-desakan demi mendapatkan paket sembako di tengah mewabahnya pandemi Covid-19.

Petugas yang berjaga di pintu masuk pun tak berdaya membendung massa yang terus berebut masuk ke halaman kantor untuk mendapatkan beras dan mie instan.

Mereka sudah tidak mengindahkan anjuran pemerintah untuk menjaga jarak atau physical distancing. Padahal, Kecamatan Cibinong merupakan satu dari 16 kecamatan yang masuk zona merah Covid-19.

Namun, Ketua BAZNAS Kabupaten Bogor, Lesmana menegaskan bahwa hari ini tidak ada pembagian sembako untuk siapapun. Menurutnya, masyarakat yang datang ke kantor BAZNAS pun tidak diketahui dari mana asalnya.

Lesmana mengaku, pihaknya memang akan memberikan bantuan sembako kepada 11 ribu warga di Kabupaten Bogor. Namun itu pun ditujukan khusus untuk ustad, guru ngaji, pondok pesantren, dan amil.

"Tiap-tiap desa ada 25 orang. Itu kami sudah minta camat dan kepala desa untuk mendatanya. Penyalurannya belum," terangnya.

Dari informasi yang diterimanya, masyarakat dari berbagai desa di Kabupaten Bogor berbondong-bondong datang ke kantor BAZNAS karena mendapat pesan berantai di WhatsApp (WA) Grup bahwa akan ada pembagian sembako disana.

"Meskipun bukan sasaran kami, ya kebetulan ada stok, akhirnya kita beri sembako seadanya saja. Jumlahnya ada sekitar 500-an," katanya.

BAZNAS Pusat sendiri menegaskan kembali imbauan kepada seluruh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk melarang pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak krisis Covid-19 dengan membuat antrian.

Direktur Utama BAZNAS, M Arifin Purwakananta mengatakan, penyaluran bantuan dengan membuat antrian massa sangat menyalahi aturan protokol pencegahan Covid-19 dan arahan pembatasan fisik dalam pencegahan virus berbahaya ini.

“Berkumpulnya massa sangat berbahaya untuk penularan dalam kondisi pandemi Covid-19. Kami mengimbau bantuan tidak diberikan dengan cara membuat antrian mustahik tapi dengan mendatangi satu persatu ke rumah pihak-pihak yang perlu dibantu melalui amil dan relawan yang dimiliki BAZNAS. Contohlah seperti yang dicontohkan BAZNAS Pusat,” tegas Arifin.

Ia menambahkan, dalam kondisi pandemi seperti ini, perlu ditanamkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat banyak. Untuk itu protokol pencegahan Covid-19 harus benar-benar dijaga dan dilaksanakan secara tertib oleh para pihak, khususnya tim yang berada di lapangan.

“BAZNAS Pusat membentuk tim Layanan Aktif BAZNAS, ini dimaksudkan memberikan contoh pemberian bantuan aktif mendatangi mustahik bukan membuat mustahik yang harus mendatangi kantor BAZNAS. BAZNAS juga kembangkan berbagai contoh program penyaluran zakat kepada BAZNAS daerah untuk dapat dijadikan model dan dikembangkan menurut kebutuhannya masing-masing,” lanjutnya.

Terkait insiden di kantor BAZNAS Kabupaten Bogor, Arifin pun menyesalkan kejadian ini.

“BAZNAS daerah saya dorong dapat ikut mencegah pengumpulan massa dalam bentuk apapun untuk mencegah penyebaran virus, termasuk berkumpulnya mustahik. BAZNAS daerah diharapkan memberi bantuan aktif bukan pasif. Juga berhati-hati dalam komunikasi bantuan kepada pihak-pihak, maskipun dengan maksud koordinasi atau pendataan,” kata Arifin.

Himbauan tentang larangan bantuan dengan membuat antrian sebenarnya telah jauh-jauh hari disampaikan oleh BAZNAS dalam banyak kesempatan. Hal ini untuk lebih memanusiakan para Mustahik.

Dalam pendistribusian misalnya bantuan Paket Logistik Keluarga, BAZNAS Pusat menerapkan sistem pendistribusian bantuan dilakukan langsung oleh amil dan relawan BAZNAS.

Sebelum dilakukan pendistribusian, BAZNAS lebih dulu menurunkan tim assessment yang melakukan survei langsung ke lapangan, agar bantuan yang di berikan benar benar sesuai dengan warga yang membutuhkan. Bantuan ini juga disesuaikan dengan kebutuhan mustahik.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga