Larang Mudik, Pemerintah Siapkan Bansos Lebaran

lustrasi mudik lebaran, Foto motorplus-online.com

Jakarta, Akuratnews.com - Pemerintah resmi melarang masyarakat untuk mudik pada 1 Syawal 1442 Hijriah atau lebaran 2021. Kompensasi dari pelarangan mudik lebaran ini, pemerintah pun bakal menyiapkan bantuan sosial khusus lebaran.

Hal ini dituturkan oleh Menteri Kementerian Koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia Muhadjir Effendy dalam konpers virtual, Jumat, 26 Maret 2021.

"Pemberian bantuan sosial akan disalurkan sesuai waktunya dan pemberian bantuan khusus untuk Jabodetabek seperti tahun lalu akan ditentukan kemudian oleh Keputusan kementerian terkait," kata Muhadjir Effendy kepada wartawan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu menerangkan bahwa pemerintah telah menyiapkan kompensasi kepada pegawai yang mengurungkan niat untuk mudik ke kampung halaman, yakni pemberian bansos.

"Perlu kami sampaikan juga cuti bersama Idul Fitri satu hari tetap ada namun tidak boleh ada aktivitas mudik lalu Bansos akan disesuaikan waktunya, mekanisme pergerakan orang dan barang akan diatur," tutur Muhadjir.

Menanggapi pernyataan Muhadjir, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan bahwa bantuan bansos akan diberikan menjelang Hari Raya Idhul Fitri 1442 Hijriah.

"Jadi untuk Bansos tetap dilaksanakan sesuai pada jadwal bulan tersebut sedangkan untuk bulan Mei kita serahkan diawal bulan, khusus DKI Jakarta dan sekitarnya mungkin minggu pertama atau awal minggu kedua," ucap Mensos.

Sebelumnya, Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan aturan larangan bagi pegawai PNS, ASN, BUMN, TNI, Polri, dan pegawai swasta untuk mudik ke kampung halaman.

" Pemerintah telah membuat keputusan. Ditetapkan pada tahun 2021 mudik ditiadakan. Berlaku untuk seluruh ASN, PNS, TNI, Polri, BUMN, Swasta maupun pekerja mandiri juga seluruh masyarakat. Dimulai pada 6 Mei 2021 sampai 17 Mei 2021 mendatang," kata Menko PMK Muhadjir Effendi kepada wartawan, Jumat, 26 Maret 2021.

Muhadjir menjelaskan mengapa larangan mudik mulai diterapkan pada 6 Mei 2021 karena saat itu para pemudik sudah mulai bersiap mengunjungi keluarga dikampung halaman, termasuk juga pada 14 Mei atau H+1 Idhul Fitri juga tidak diperkenankan mudik di ibukota.

"Larangan mudik akan dimulai pada 6 hingga17 Mei 2021 dan sebelum dan sesudah tanggal itu dihimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan yang keluar daerah kecuali benar-benar dalam keadaan mendesak dan perlu," ujar Muhadjir Effendy.

Dalam keterangannya, Muhadjir menjamin akan menerapkan pengawasan ketat sampai mendekati pada hari raya untuk mematikan penerapan larangan tersebut.

"Untuk menjalankan peraturan ini kami sudah menyiapkan pengawasan dari TNI, Polri, Menhub dan Pemda," tutur Mantan Mendikbud itu

Penulis:

Baca Juga