Majelis Ulama Indonesia Kutuk Keras Ustaz yang Halalkan Sabu

Jakarta, Akuratnews.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Madura, Jawa Timur, mengutuk keras 'fatwa' seorang ustaz berinisial AM yang menghalalkan santrinya mengonsumsi narkoba dan mengedarkannya dengan dalih bisa kuat berzikir.

"Kami mengutuk keras hal ini, karena seorang ustaz seharusnya dia mencegah, ini malah mengonsumsi dan mengedarkannya," kata juru bicara MUI Madura KH Buchori Ma'shum dalam rilis yang diterima, Senin (3/2).

MUI dari empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan MUI dari Kabupaten Sumenep ini meminta Polres Bangkalan agar yang bersangkutan dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

MUI menilai apa yang disampaikan ustaz AM kepada media adalah tidak berdasar, karena narkoba jelas merusak moral dan generasi muda bangsa.

Diketahui, aparat kepolisian dari jajaran Polres Bangkalan sebelumnya menangkap salah seorang ustaz berinisial AM (45), warga Desa Pasangrahan, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Madura, karena mengonsumsi dan menyalurkan narkoba jenis sabu-sabu kepada santrinya.

Kepada polisi, AM menggunakan dalil Alquran untuk membenarkan perbuatannya itu dan menurutnya tidak ada ketentuan dalam Alquran tentang larangan mengonsumsi narkoba.

Polisi menjerat tersangka AM dengan Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Penulis: Redaksi

Baca Juga