Menuju Entrepreneurial University, UI Butuh Sinergisitas Civitas

AKURATNEWS - Baru-baru ini, BEM FISIP Universitas Indonesia (UI) sebagai motor dari Aliansi BEM UI menggelar aksi massa di kampus UI guna menyuarakan penolakan atas pemberlakuan PP 75 yakni tentang Statuta Universitas Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Kemahasiswaan UI, Dr. Badrul Munir mengatakan, pimpinan UI telah mendengar dan memahami masukan dari mahasiswa.

Menurutnya, dialog dengan elemen mahasiswa telah beberapa kali dilakukan secara langsung maupun melalui rangkaian Webinar #TransformasiUI.

"Prinsipnya mahasiswa dapat menyampaikan pendapat dan pandangan orisinalnya. Namun, tentu harus dilakukan dengan itikad yang baik, tertib dan tata cara yang sesuai koridor," terang Badrul di kampus UI Depok, Selasa (12/10).

Munir mengungkapkan, UI yang saat ini sedang bertransformasi menuju entrepreneurial university membutuhkan sinergisitas seluruh sivitas akademikanya. Terlebih lagi, dalam pemeringkatan yang dilakukan oleh lembaga internasional.

Diantaranya, papar Badrul, lewat The World University Rankings 2022, The Asia University Rankings 2021, SCImago Institutions Ranking, The Quacquarelli Symonds World University Ranking (QS WUR) by Subject, menempatkaan UI sebagai yang terbaik di Indonesia.

"Pencapaian ini harus terus ditingkatkan. Selain itu, terkait program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) UI juga akan mengirimkan 97 mahasiswa yang lolos seleksi IISMA ke luar negeri sebagai implementasi program pemerintah tersebut," jelasnya.

Hal senada diutarakan Gusti Yosa Jayakarta, Wakil Kepala Divisi Litbang BPM FISIP UI. Dirinya mengapresiasi adanya aktualisasi demokrasi di mahasiswa.

Menurutnya, ada baiknya mahasiswa menggunakan mekanisme dan tata cara sesuai prosedur hukum yang berlaku dengan langkah konkret.

"Kalau tidak setuju atau menolak produk hukum yang sudah disahkan, lakukan judicial review, mekanisme hukum yang bisa ditempuh saat sebuah produk hukum sudah jadi dan sudah diundangkan. Sebagai kaum intelektual, saya percaya teman-teman dapat memahami mekanisme tersebut," terangnya.

Gusti juga menyampaikan bahwa implementasi PP 75 ini akan dilengkapi dengan peraturan turunan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari PP 75 tersebut.

Ia pun menyerukan, seyogyanya mahasiswa mengawal dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa dalam peraturan turunan tersebut. Menurutnya, Rektor sebagai pihak pelaksana dan penerima mandat PP 75 wajib menjalankan peraturan pemerintah tersebut.

"Untuk itu, kami mengajak mahasiswa untuk mengawal peraturan turunan sebaik-baiknya agar mengakomodasi kepentingan mahasiswa. Saya yakin kalau semuanya memang berjuang demi kebaikan, kebutuhan masa depan UI. Serta tata kelola yang lebih baik, UI tidak akan larut dalam dinamika yang justru akan semakin membuat UI tertinggal," paparnya lagi.

Sebagaimana diketahui, pasal 89 PP 75 yang ditandatangani Presiden Jokowi pada 2 Juli 2021 telah menyatakan PP 68 dicabut dan tidak berlaku lagi. Sedangkan pada pasal 90, ditegaskan bahwa PP 75 tersebut mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga