Nelayan Sinjai Hilang Dihempas Badai di NTT, Begini Firasat Keluarga Korban

Fatmawati (tengah), ibu korban salah satu ABK KM Rezki 77 didampingi kedua anak Amiruddin (ABK KM Brasil 77) yang hingga saat ini belum ditemukan. Kedua kapal Sinjai ini hancur dan tenggelam setelah dihempas badai di Perairan NTT. /Ashari/ARAH KATA
Fatmawati (tengah), ibu korban salah satu ABK KM Rezki 77 didampingi kedua anak Amiruddin (ABK KM Brasil 77) yang hingga saat ini belum ditemukan. Kedua kapal Sinjai ini hancur dan tenggelam setelah dihempas badai di Perairan NTT. /Ashari/ARAH KATA

AKURATNEWS - Tiga nelayan asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan yang hilang karena kapalnya dihempas Badai Seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kini belum ditemukan, Kamis 8 April 2021.

Meski berjalan dua hari sejak kejadian pada Senin petang 5 April 2021, akan tetapi upaya pencarian masih terus dilakukan.

Informasi terkait pencarian para korban ini diketahui melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sosial Sinjai, yang mana 1x24 jam intens berkoordinasi dan berkomunikasi dengan instansi setempat maupun Basarnas di NTT.

Tak hanya itu, sanak keluarga korban yang berada di Desa Tongke-Tongke terus menanti kabar, dengan harapan ketiga ABK KM Brasil 77 yang bernama Amiruddin, Saiful, dan Abd. Majid dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Fatmawati, ibu salah satu ABK KM Rezki 77 dan juga sepupu dari Amiruddin (KM Brasil 77) menuturkan, kedua kapal yang ditaksir seharga Rp400 juta ini berangkat ke NTT pada tanggal 22, dan 25 Maret 2021 lalu. Informasi kecelakaan laut kedua kapal baru diketahui pada tanggal 6 April 2021.

"Sehari setelah kejadian saya ditelepon oleh salah satu ABK KM Brasil 77 bahwa kapal hancur dihantam ombak sekitar 10 meter, begitu juga KM Rezki 77. Dari 8 ABK kedua kapal ini, 3 diantaranya belum ditemukan," ungkap Fatmawati kepada ARAH KATA saat ditemui di kediamannya.

Terkait dengan firasat akan musibah yang menimpa anak dan keluarganya itu, Fatmawati hanya menunjukkan raut wajah sedih sambil berbicara pelan dan sesekali mengusap air matanya.

"Untuk saya sendiri pak, firasat itu tidak ada, tetapi anak saya yang perempuan pernah mimpi buruk. Dalam mimpinya dia melihat banyak orang melayat di rumah puang Amiruddin. Semoga saja tidak terjadi demikian dan segera ditemukan dalam kondisi selamat. Kepada pemerintah maupun pihak lain mohon bantuannya," tutupnya.

Penulis: Ashari

Baca Juga