Mufti Lembaga Keadatan Jayakarta

Pahlawan Betawi yang Terlupakan, KH. Ratu Bagus Syah Ahmad Syar’i Mertakusuma

KH. Ratu Bagus Syah Ahmad Syar'i Mertakusuma. (foto istimewa)

NAMA : SYAH AHMAD SYAR’I

1.Gelar : Ratu Bagus Diningrat (Radin), Wali Al Ahad Gusti Khalifah Kaum Betawi.

2.Gelar Al Haj : Mungga Haji pada tahun 1310 hijriah sampai tahun 1315 Hijriah.

3.Gelar Adat : Gelar Adat sebagai Khulafatussholihin dengan istilah Adat “Gusti Khalifah Bandahara ke VII telah disandangnya pada waktu beliau berusia 32 tahun, yaitu pada tahun Dal Jum’at Kliwon, tanggal 10 Maulid 1319 Hijriah.

4. Nama Panggilan : Babe Syari’i (artinya Bapak Pembuat peraturan hukun Syara’ Islam/Fiqih). Dalam pengembaraannya di Palembang beliau terkenal dengan nama BABE BETAWI.

II.TEMPAT TANGGAL LAHIR :

Jayakarta, Kampung Jawa Rawa Sari (termasuk Tanah Tinggi Pulo Mas Jakarta Timur), Tanggal 8 Rajab tahun 1287 Hijriah

PEKERJAAN :

Tani dan Pedagang, kemudian mengkhususkan pekerjaan dalam jabatan Gusti Khalihah Bandahara ke VII.

KELUARGA :

Menikah Pertama kali dengan Siti ‘Ainin bin Radin Ismail Somawijaya dari Tangerang (kini masuk Provinsi Banten). Radin Ismail Somawijaya terkenal dengan panggilan ENGKONG MAIL atau BABE ANDUNG. Mertua Kyai Haji Ahmad Syar’i ini bekerja di Hotel Des Indes sebagai TOLOK atau Ahli Bahasa Inggris. Radin Ismail Somawijaya ini dahulunya juga pernah menjadi Klasi Kapal dan lama bermukim di Inggris, beliau terkenal sebagai JAGOAN oleh masyakat KAMPUNG PETOJO GANG SCHASE/JL Pembangunan. Dari istrinya yang bernama Ainin ini Kyai Haji Ahmad Syar’i Mertakusuma mempunyai 4 orang anak diantaranya :

Syah Marhum (wafat pada waktu bayi)Syah Abdul Majid Asmuni, lahir tahun 1900 Masehi.Syah Sema’un Rameni, lahir tahun 1905 M di Medan Sumatra Utara.Siti Barkah, wafat usia 2 tahun di Medan.

Menikah yang kedua kalinya dengan Putri Haji Junaidi (adik dari Haji Sholihun) Gang Abu Pecenongan Jakarta Pusat. Haji Sholihun ini terkenal dalam kisah Nyai Dasima. Dari pernikahan ini Kyai Haji Ahmad Syar’i Mertakusuma mempunyai anak :

Syah Ahmad Basri, Ratu Bagus.Syarifah Hadijah, Ratu Ayu.Syah Ahmad Junaidi, Ratu Bagus.Syah Muhammad Akib, Ratu Bagus.Syarifah Masmun, Ratu Ayu.Syarifah Aminah, Ratu Ayu.Syarifah Masni, Ratu Ayu.

PENDIDIKAN ;

Madrasah Al Husna – Jembatan Serong Kampung Jawa Rawasari/Rawamangun Jakarta Timur.Kyai Al Haji Muhammad Idris Al Haddad Madrasah Baitul Betawi Mekkah Arabia (tahun 1311 – 1314 Hijriah). Di Madrasah ini beliau mempelajari Ilmu Ushuluddin, Ilmu Fiqih, Tassawuf, Ilmu Takwa, Ilmu Sabar dan Ilmu Wara’.Mempelajari Ilmu Politik dari para Perintis Kemerdekaan, diantaranya ; H.O.S COKROAMINOTO, KH KASMAN SINGODIMEJO di Cempaka Putih Jakarta Pusat dan Dr. GUNAWAN MANGUNKUSUMO, SEMAUN di Rawa Mangun JAKARTA TIMUR..Mempelajari Sejarah Kerajaan Pasai di SIPIROK (atas petunjuk AL HAJ SUTAN SAUTI MUAR MALAYA) kepada seorang AHLI SEJARAH bernama UMAR KHATTAB alias TUANKU SUTAN MARTUA RAJA /GURU NORMAAL SCHOOL.Belajar menulis huruf Arab Gaya Melayu kepada KH MANSUR – Madrasah AL Mansur Kampung Sawah Lio Jembatan Lima Jakarta Barat.Belajar Ilmu Pencak Silat SERATUS JURUS kepada berbagai ahli silat di Kawasan Jayakarta dan Bogor dan Cianjur di Jawa Barat. Kyai Haji Ahmad Syar’i Mertakusuma adalah murid guru silat yang bernama ENGKONG INDRA dari KEMAYORAN BENDUNGAN JAGO (Sera’ Cikalang). Kemayoran Bendungan Jago kini berada di Kawasan Jakarta Pusat.

PERJUANGANNYA :

Sebagai salah seorang Wali Al Ahad Khulafatussholihin, beliau sudah melakukan tugas “JAJAR TAPAK” (NAPAK TILAS) dibekas-bekas Ikhwanul “Mujahid Jayakarta”, dimana beliau berhasil menyambung kembali tali silaturahim pada waritsun Mujahid (Generasi Pejuang Jayakarta). Tujuannnya ialah untuk mendapatkan kebulatan tekad demi melanjutkan perjuangan. Pada masa itu keadaan telah menjadi sepi akibat telah gugurnya Pendekar Pituan Pitulung yang bernama Radin Muhammad Ali bin Radin Syamsirin yang merupakan Ketua Gerakan Perlawanan Pitung 1.

Setelah mendapatkan kesepakatan yang bulat, maka dengan ditandai tahun masehi 1906 telah didirikan sebuah organisasi yang bernama PERKOEMPOELAN KEROEKOENAN KAUM BETAWI (PKKB) yang bertempat di GANG SENTOEL PASAR BARU JAKARTA PUSAT. Adapun Formasi susunan kepengurusannya masih tetap merupakan formasi organisasi Kerapatan Adat, yaitu :

Ketua Umum/ Gusti Khalifah Bendahara ke VII; KH syah Ahmad Syar’ie Mertakusuma.Ketua Bidang Imam : Radin Daim Abdurl Karim Nitikusuma.Ketua Bidang Kesejahteraan dan Pembelaan /Gusti Khalifah Jagabaya : Radin Muhammad Said JayalaksanaKetua Bidang Kemakmuran dan Perusahaan Warga/Gusti Khalifah Kertapati ; Radin Abdul Karim (dari Keluarga Somawijaya Tangerang, kini masuk Provinsi Banten)).Ketua Bidang Sekretariat dan Sosial (‘Amal/Baitul Mal) Gusti Khalifah Kumitir : Radin Sami’un dari Tangerang (kini masuk Provinsi Banten).

PROGRAM PERJUANGAN PERKOEMPOELAN KEROEKOENAN KAUM BETAWI (PKKB):

Selanjutnya 1 2 3 4 5
Penulis: .....
Editor:Hugeng Widodo

Baca Juga