PDIP Surabaya Telisik Oknum Kader Diduga Lakukan Penipuan

Surabaya, Akuratnews.com - Adanya dugaan penipuan oknum masyarakat yang menjanjikan mampu memasukkan siswa ke SMP Negeri, ditindaklanjuti oleh Fraksi PDI-P DPRD Kota Surabaya.

Menurut Sekretaris Fraksi PDI-P DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am, PDI-P akan mengutus Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDIP Kota Surabaya Sukur Amaludin untuk melakukan investigasi lebih lanjut terkait permasalahan yang menimpa warga Tambak Asri.

“Akan dilakukan penyelidikan oleh abah Sukur, yang kita rekomendasikan untuk menyelesaikan permasalahan jni,” jelasnya saat ditemui di ruang Fraksi PDI-P DPRD Surabaya, pada Kamis (16/9/2021).

Ghoni mengatakan, Fraksi PDIP selalu siap membantu warga masyarakat yang memiliki permasalahan. Seperti adanya ijazah yang tertahan, pungutan iuran seragam dan berbagai persoalan lain yang menyusahkan masyarakat.

Adanya kasus dugaan penipuan ini, menurut Goni akan dilakukan pendalaman dan secepatnya menyampaikan bagaimana progresnya. “Ya nanti kan tergantung pendalaman dari abah sukur nanti kita tanyakan progresnya seperti apa,” ucapnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDI-P Kota Surabaya Sukur Amaludin mengatakan, penyelidikan akan dilakukan untuk memastikan siapa oknum yang melakukan dugaan penipuan ini.

“Kalau memang ini berkaitan dengan Partai, maka tidak menutup kemungkinan oknum yang melakukan hal-hal negatif atau yang berkaitan dengan pidana itu kami akan memberikan sangsi,” tegas Sukur Amaludin.

Abah Sukur sapaan akrab dari Sukur Amaludin juga mengatakan akan menyampaikan hasil penyelidikan secepatnya ke Ketua DPC PDI-P. Untuk memastikan apakah oknum yang bersangkutan termasuk dalam kader PDI-P atau bukan.

Jika hasil investigasi menyatakan bahwa oknum yang dimaksud merupakan kader partai PDI-P, maka partai berlogo kepala banteng itu siap memberlakukan sangsi maupun pemecatan terhadap oknum tersebut.

“Sangsi pun ada bermacam-macam, ada sangsi yang memang dijatuhkan oleh Ketua Partai di tingkat DPC, tapi ada juga sangsi itu yang dikeluarkan DPP kalau sampai sangsi itu di tingkat pemecatan,” tegasnya.

Sebelumnya, Fraksi PDI-P menerima laporan dari warga Tambak Asri Mat Arifin yang mengalami dugaan penipuan oleh oknum berinisial PWD dan BW.

Aksi penipuan ini berkedok mampu memasukkan putra Mat Arifin ke SMPN 9 dengan syarat menyerahkan uang sebesar Rp. 7,5 juta. “Uang sudah diterima, tapi nasib anak saya belum jelas. Jadi belum ada panggilan masuk sekolah dari SMPN 9,” jelasnya, Rabu (15/09/2021).

Penulis: Arga

Baca Juga