Hindari Kerumunan

Pekerja Hiburan Malam di Surabaya Demo Online

Demo Online pekerja hiburan malam di Surabaya (Foto: IG Maxcullens)

Surabaya, Akuratnews.com - Untuk menghindari kerumunan, dan tetap mematuhi Social Distancing, sejumlah pekerja hiburan malam di Surabaya melakukan unjuk rasa secara online.

Mereka terdiri dari pemilik outlet, supplier, pemain band, serta Disc Jockey (DJ).

Saat ditemui akuratnews.com, Rabu (2/9/20), Max Cullen selaku inisiator aksi mengatakan, demo tersebut ditujukan kepada Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya, untuk memprotes Peraturan Walikota (Perwali) nomor 33 tahun 2020.

"Kami memprotes perwali karena kami rasa perlakuan pemerintah tidak adil antara pekerja malam dan pekerja siang. Kami juga mematuhi protokol kesehatan," terang Max, saat ditemui di outletnya, Jalan Embong Malang nomor 78.

Lebih lanjut pemilik Tribes Bar n Lounge ini menjelaskan, pekerja siang maupun malam memiliki kebutuhan yang sama.

"Pekerja malam juga harus membayar listrik, BPJS, bayar pajak dan kebutuhan lainnya, makanya kita pakai tag line kami di rumah aja, biar kalian yang gajian," papar Max.

Max juga mengatakan, selain demo online, ia dan rekan-rekannya pernah melakukan hearing dengan Pemerintah dan DPRD Kota Surabaya, namun tidak ada kejelasan.

Sejak diposting pada 3 Agustus lalu, di Instagram (IG) Maxcullens dan direpost oleh akun IG ini_surabaya serta akun lainnya, demo online tersebut telah mendapat lebih dari 7 ribu like.

Penulis:

Baca Juga