Pemda Matim Salurkan Bantuan Musibah Kebakaran Rumah Kepada Warga di Desa Deno

Kepala BPBD Matim Petrus Subin dan Kadis Dinsos Matim Mikael Jaur menyerahkan bantuan darurat kepada korban, disaksikan oleh Kapospol Mano, Kapospol Mano Bripka Vinsensius Sahu, Camat Lamba Leda Selatan Marsel Manggas, S. Sos, dan Kepala Desa Deno Silvester Nobi Robin. || Foto. dok. Akuratnews // Yohanes Marto.
Kepala BPBD Matim Petrus Subin dan Kadis Dinsos Matim Mikael Jaur menyerahkan bantuan darurat kepada korban, disaksikan oleh Kapospol Mano, Kapospol Mano Bripka Vinsensius Sahu, Camat Lamba Leda Selatan Marsel Manggas, S. Sos, dan Kepala Desa Deno Silvester Nobi Robin. || Foto. dok. Akuratnews // Yohanes Marto.

AKURATNEWS -- Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan darurat kepada korban musibah kebakaran rumah di Desa Deno, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Selasa, 18 Januari 2022.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kadinsos Matim, Mikael Jaur dan Kepala BPBD Matim Petrus Subin, kepada kepala keluarga korban musibah kebakaran rumah pada tanggal 18 Desember 2021 lalu. Tiga KK itu diantaranya Felsianus Ngana (30), Yohanes Sistro dan, Romanus Pandung.

Proses penyerahan bantuan darurat berupa beras sebanyak 600 kg serta sejumlah peralatan dapur dari Dinsos Matim dan BPBD Matim itu disaksikan oleh Kapospol Mano, Kepala Pos Kepolisian (Kapospol) Mano, Bripka Vinsensius Sahu, Camat Lamba Leda Selatan Marsel Manggas, S. Sos, dan Kepala Desa Deno Silvester Nobi Robin serta keluarga korban musibah.

Pada kesempatan itu, Kepala BPBD Matim Petrus Subin menjelaskan bahwa bantuan darurat bagi korban musibah kebakaran itu semestinya diserahkan pada kurun waktu 14 hari 14 pasca peristiwa terjadi, "Tetapi karena BPBD selaku dinas teknisnya harus menanggani bencana di dibeberapa tempat sehingga penyerahan bantuan ini sedikit terlambat," jelasnya.

Kepala BPBD Matim itu menjelaskan bahwa berdasarkan SOP penanggulangan bencana daerah, kebakaran rumah bukan kategori bencana, tetapi musibah, "Adapun bantuan yang kami serahkan hari ini adalah bantuan bersifat darurat. Akan ada bantuan susulan, tergantung keputusan dari pimpinan daerah dalam hal ini Bupati," kata Petrus Subin.

Pada kesempatan sama, Kepada Dinas Sosial (Kadinsos) Matim, Mikael Jaur menjelaskan bahwa bantuan tersebut tidak sebanding dengan kerugian yang dialami masing-masing korban musibah kebakaran rumah di Desa Deno, "Bantuan ini bersifat tanggap darurat. Jangan melihat seberapa besar nilainya tapi bahwa pemerintah hadir bagi korban musibah kebakaran rumah di Desa Deno ini," ungkapnya.

"Bantuan tanggap darurat yang pada hari ini diserahkan oleh dinas sosial adalah bentuk perhatian dari pemerintah Manggarai Timur terhadap keluarga korba kebakaran rumah di Desa Deno," ungkap Mikael Jaur.

Sementara itu Kepala Desa Deno, Silvester Nobi Robin yang mewakili keluarga korban menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah kebakaran Manggarai Timur atas batuan darurat yang diberikan kepada 3 KK korban musibah kebakaran rumah di desa tersebut.

"Ucapan terima kasih sebesar-besarnya saya sampaikan kepada pemerintah daerah Manggarai Timur melalui BPBD dan Dinsos yang pada hari telah menyalurkan bantuan darurat kepada tiga KK di desa Deno yang tertimpa musibah kebakaran rumah pada tanggal 18 Desember 2021 lalu," ungkap Kades Deno.

Melansir Derana.id, sebelumnya, Sabtu 18 Desember 2021 lalu, sekitar pukul 02:00 WITA, satu unit tinggal sekaligus tempat bisnis tokoh sembako dan bengkel motor milik Felsianus Ngana (30), ludes terbakar. Peristiwa naas yang menimpa warga Desa Deno itu diduga akibat akibat korsleting listrik. Selain Felsianus, dua warga lainnya terdampak kebakaran yaitu Yohanes Sistro dan Romanus Pandung.

Saat ditemui pada Selasa siang, Felsianus menerangkan jumlah kerugian dialaminya akibat peristiwa yang terjadi saat menjelang akhir tahun 2021 lalu itu tercatat mencapai angka ratusan juta rupiah.

“Kerugian mencapai Rp 300 juta. Itu yang saya catat sesuai harga barang besar yang ada di kios sembako dan bengkel sepeda motor, dan barang-barang rumah tangga. Tidak ada satupun barang yang bisa kami selamatkan selain diri kami sekeluarga. Saya, istri, dan anak saya. Pakaian di badan, hanya itu yang tersisa," ungkapnya.

Ayah satu anak yang merintis bisnis sejak tahun 2017 itu berharap agar bisa memulai kembali bisnisnya itu, “Tidak henti-hentinya Kami berharap uluran tangan pihak mana pun untuk membantu kami agar kembali menjalankan usaha dagang kami seperti semula. Saat ini kami tidak bisa menjalankan bisnis setelah kami ditimpa musibah kebakaran," tutupnya.***

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga