oleh

Pendapatan Negara Dari Sektor Perpajakan di Tahun 2018 Mencapai 102,5 Persen

Jakarta, Akuratnews.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pendapatan negara dari sektor perpajakan pada tahun 2018 mencapai 102,5 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

“Pendapatan negara di sektor perpajakan pada 2018 yang mencapai 102,5 persen dari target APBN 2018, merupakan hasil dari patuhnya para pelaku usaha untuk membayar kewajiban perpajakannya,” ujarnya saat diskusi bersama pengusaha di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Sehingga, hal ini juga membantu APBN saat itu tetap sehat dan akuntabel ditengah kondisi perekonomian global yang bergejolak. Terutama tahun 2018 yang dianggap penuh tantangan.

Mulai dari peningkatan harga minyak, ketidakpastian nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan China hingga peningkatan suku bunga AS yang sangat berpengaruh pada kebijakan moneter RI.

Dalam kondisi tersebut menurutnya, jarang Chief Financial Officer (CFO) atau kepala pejabat keuangan/menteri yang bisa mengelola keuangan dengan baik.

Ia juga sempat bangga karena dirinya diberi predikat CFO terbaik di dunia. Menurutnya se-level perusahaan saja sulit yang bisa bertahan jika berada dalam kondisi krisis, namun kata dia di Indonesia memiliki CFO yang diberi predikat terbaik tingkat dunia.

“Itu saya yakin perusahaan bapak ibu, CFO nya enggak ada yang berhasil lakukan itu. Jadi di sini ada CFO terbaik di dunia, itu saya. Saya tahu ini hasil kerja kita semua,” paparnya.

Untuk diketahui, defisit APBN 2018 dalam kondisi perekonomian yang bergejolak saat itu mampu diturunkan dari yang ditargetkan sebesar 2,9 persen terhadap PDB menjadi hanya sebesar 1,79 persen.

Selain itu, keseimbangan primer juga dikatakannya mampu dijaga mendekati stabil yakni hanya defisit Rp1,8 triliun di banding posisi 2017 yang defisit Rp120 triliun. (Red)

Loading...

Komentar

News Feed