Pesan Petrus Radison Kepada Lansia Penerima Manfaat BLT-DD di Desa Watu Lanur

Kelompok Penerima Manfaat ( KPM ) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ( BLT DD ) di Desa Watu Lanur, Jumat, (22/05/2020) Foto: akuratnews.com || Yohanes Marto.
Kelompok Penerima Manfaat ( KPM ) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ( BLT DD ) di Desa Watu Lanur, Jumat, (22/05/2020) Foto: akuratnews.com || Yohanes Marto.

Matim, Akuratnews.com - Pemerintah Desa (Pemdes) Watu Lanur Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) penanganan dampak Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), senilai Rp 320,400,000 atau 30% dari anggaran Dana Desa (D ) Tahun 2020.

Proses pendistribusian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Desa Watu Lanur tahun 2020 tersebut berlangsung di kantor Desa Watu Lanur, Jumat, (22/05/2020).

Kepala Desa (Kades) Watu Lanur Petrus C. Radison dalam sambutannya menjelaskan, distribusi BLT DD tersebut merupakan pelaksanaan Permndes PDTT Nomor 6 tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2020 dan Peraturan Menkeu Nomor 40/PMK.07/2020, dalam rangka upaya penanganan dampak Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

"Masing-masing KK atau kelompok penerima manfaat bantuan, mendapatkan jatah BLT DD COVID-19 senilai Rp 600.000 per orang selama tiga bulan, " jelas Kepala Desa Watu Lanur Petrus Cucur Radison.

Berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah maka, tahapan pendistribusian BLT DD penanganan dampak COVID-19 itu dilakukan sejak bulan April, Mei, hingga Juni tahun 2020, "Dengan besaran anggaran Rp 600.000 per orang selama tiga bulan maka total keseluruhannya mencapai Rp 1.800.000 per KK, " jelas Kades Watu Lanur.

Proses pendistribusian BLT DD COVID-19 tersebut diberikan kepada masyarakat non PKH atau yang tidak pernah menerima jenis bantuan sosial lainya dari pemerintah.

Petrus C. Radison menjelaskan, realisasi tahap pertama anggaran BLT DD COVID-19 tersebut senilai Rp 106,800,000. Dana tersebut dibagikan kepada 178 kelompok penerima manfaat ( KPM ), "Dari total 178 orang KPM, sebanyak 31 orang kelompok rentan atau lanjut usia juga terdaftar sebagai penerima manfaat bantuan, " jelasnya.

"Tujuan dari pemberian program bantuan dari dana desa ini adalah guna menjaga daya beli masyarakat, uang itu harus digunakan untuk keperluan bahan kebutuhan pokok, jangan beli rokok atau minuman keras," tegas Petrus C. Radson

Kades Watu Lanur menambahkan bahwa bantuan tersebut juga diprioritaskan bagi kelompok lanjut usia, "Kelompok lanjut usia adalah mereka yang sudah tidak produktif lagi. Mereka adalah kelompok yang rentan sakit dan gampang terserang oleh wabah COVID-19, " Petrus C. Radisson.

Program pemerintah dalam rangka upaya percepatan penanganan dampak COVID-19, menurut Kades Watu Lanur sudah sangat membantu para Lansia di Desa Watu Lanur, "Terutama para Lansia atau kelompok rentan ini," imbuhnya.

Karena itu, Kades Watu Lanur menegaskan agar para Lansia penerima manfaat BLT-DD tahun 2020, harus memanfaatkan uang yang sudah didistribusikan itu untuk pemenuhan gizi dan keperluan obat-obatan.

"Bila sewaktu-waktu para Lansia ini mengalami sakit dan butuh pengobatan, minimal mereka memiliki persediaan uang perawatan, " jelasnya.

Selain BLT-DD COVID-19, masyarakat Desa Watu Lanur juga mendapatkan skema bantuan lain, seperti bantuan sosial tunai (BST) penanganan COVID-19 dari Mensos.

Kades Watu Lanur menjelaskan, proses verifikasi data penerima STS sementara dilakukan oleh tim relawan desa lawan COVID-19 di Desa Watu Lanur.

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga