Rakyat Dibentak-bentak Tapi Polisi Bisa Bikin Acara

Polri Diminta Adil, Tiga Pamen dan Pati Belum Dapat Sanksi

Jakarta, Akuratnews.com - Walau langkah cepat sudah dilakukan Polda Metro Jaya dengan mencopot Kapolsek Kembangan, Kompol Fahrul Sudiana karena melanggar Maklumat Kapolri dengan menggelar resepsi pernikahan di hotel mewah di tengah wabah Corona, namun sejumlah tindakan lain yang melibatkan sejumlah petinggi Polri terkait hal yang sama masih belum terealisasi.

Seperti diketahui, selain Kompol Fahrul masih ada tiga perwira lain yang 'bermasalah' berkaitan dengan wabah Corona. Mereka adalah Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya yang bikin acara bagi-bagi masker di Tanah Abang, Kapolda Sulut yang bikin acara sepeda di Manado dan Kapolda Sultra yang 'membela' 49 TKA Cina hingga lolos masuk ke pedalaman Sultra.

"Ketiga pamen dan pati Polri ini belum kena sanksi apapun. Jangan gegara mereka pamen dan pati tidak kena hukuman, sementara seorang Kapolsek dengan gampang 'ditendang' dan dicopot serta diperiksa Propam. Jika itu yang terjadi publik akan menilai bahwa Maklumat Kapolri itu beraninya cuma dengan Kapolsek dan takut dengan Kapolda," tandas
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW),
Neta S Pane di Jakarta, Kamis (2/4).

Dikatakannya, Maklumat Kapolri itu harus punya wibawa dan tidak gampang dilecehkan oleh para polisi.

"Dalam melakukan penegakan hukum di lingkungannya, elit Polri harus bersikap adil," tandas Neta.

Tak hanya Neta, sejumlah netizen pun banyak yang tak terima dengan apa yang dilakukan Kompol Fahrul ini. Mereka membandingkan dengan apa yang dilakukan sejumlah Kapolsek yang dengan memaki-maki membubarkan sejumlah acara resepsi pernikahan masyarakat.

"Maklumatnya tertanggal 19 Maret, dia bikin pesta tgl 21 Maret, udah jelas melanggar, dimana sih otaknya, kalo rakyat biasa dimaki2, sungguh terlalu," cuit akun Umy Muslimah.

"Wis intine, copot aja dr polisi
Rakyat bawahan dibentak,
Lah ini panutan malah di pindah tugaskan...
Kayak g tau aja permainan jabatan gini..
Selang BRP taun pasti balik lgi ke asal," cuit akun Meta Pratiwi.

Senada dengan Neta, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti juga menyayangkan sikap Fahrul yang dinilai telah melanggar isi Maklumat Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz.

Sebagai anggota Polri, Fahrul semestinya bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk mematuhi imbauan Pemeirntah dan Maklumat Kapolri.

"Saya sangat prihatin ada anggota Polri dengan level Kapolsek melanggar Maklumat Kapolri. Sebagai pimpinan keamanan wilayah kecamatan, yang bersangkutan (Kompol Fahrul) seharusnya bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," kata Poengky, Kamis (2/4).

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga