Tak Ada Larangan Kendaraan Keluar Masuk

PSBB di Jakarta, Delapan Sektor Usaha Ini Terus Jalan

Jakarta, Akuratnews.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) segera diterapkan mulai Jumat (10/4) mendatang.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut, semua kegiatan harus tetap dilaksanakan di rumah, kecuali delapan sektor tertentu.

"Dunia usaha kita akan atur kegiatan perkantoran dihentikan kecuali beberapa sektor, ada delapan pengecualian," ujar Anies di Balaikota, Jakarta, Selasa (7/4).

Delapan sektor yang dimaksud Anies yakni:
1. Kesehatan
2. Pangan (makanan dan minuman)
3. Energi (air, gas listrik pompa, bensin)
4. Komunikasi (jasa komunikasi dan media komunikasi)
5. Keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal
6. Kegiatan logistik distribusi barang
7. Kebutuhan ritel (warung, toko kelontong yang biasa beri bantuan warga)                                                         8. Industri strategis di kawasan Jakarta

Industri kesehatan kini menjadi salah satu prioritas dalam penanganan wabah virus corona di Jakarta. Anies memastikan industri kesehatan tetap berjalan seperti biasa, karena sangat berpengaruh untuk mengatasi wabah Corona di Jakarta.

"Jadi seluruh kegiatan yang lain dianjurkan bekerja dari rumah. Dan 8 sektor ini, kesehatan misalnya, diizinkan tetap berkegiatan," tutur Anies.

"Dan ini bukan saja rumah sakit dan klinik, termasuk industri kesehatan seperti usaha memproduksi sabun, disinfektan sangat relevan dengan sekarang. Jadi tak berhenti," imbuhnya.

Sedangkan untuk transportasi umum dan pribadi, dijelaskan Anies, PSBB tidak melarang kendaraan pribadi keluar masuk di Jakarta.

"Kendaraan pribadi itu tidak ada larangan, yang kita atur adalah kendaraan umum," ujar Anies.

Meski tak ada larangan kendaraan pribadi keluar masuk Jakarta, namun Anies tetap menyerukan agar jumlah penumpangnya dibatasi untuk menjaga physical distancing.

"Kendaraan pribadi bisa bepergian seperti biasa, tapi harus ada physical distancing. Artinya jumlah penumpang per kendaraan supaya dibatasi, tapi secara umum kendaraan pribadi tak dilarang," ujarnya.

Soal transportasi umum, Anies menyebut dibatasi jam operasionalnya pukul 06.00-18.00 WIB. Sementara penumpangnya akan dikurangi 50 persen untuk menjaga physical distancing.

"Kalau misalnya sebuah bis bisa diisi 50 penumpang, maka tinggal 25 penumpang yang bisa dalam 1 bis. Jadi kita enggak mengizinkan penuh, tapi cukup 50 persen. Jadi dibatasi jamnya dan dikurangi penumpangnya," ucapnya.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga