Rapuhnya Soliditas Menambah Daftar Panjang Deretan Partai Islam yang Terpecah

Perbedaan ideologi Fahri dengan mayoritas elite dan kader PKS yang terkenal dengan pandangan konservatifnya, lantas berbuntut pada pemecatan dirinya dari semua jenjang kepengurusan partai. Setelah itu, Ia bersama mantan Presiden PKS, Anis Matta mendirikan ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) yang kemudian bertransformasi menjadi Partai Gelombang Rakyat (Gelora).

Meski secara umum konflik PKS dan PAN terlihat mirip, namun Zaiyatul Akmar dalam studinya yang memang fokus mendalami konflik internal PKS pada 2016 lalu, mengungkapkan persoalan yang lebih fundamental di balik konflik tersebut, yaitu soal kelembagaan partai.

Marcus Mietzner dan Edward Aspinall dalam tulisan mereka yang berjudul Indonesia’s Democratic Paradox: Competitive Elections amidst Rising Illiberalism menyebut bahwa kemunculan konflik tidak mencangkup satu faktor saja, tetapi juga sangat terkait dengan kemampuan partai politik dalam melembagakan partainya. Ia juga mengaitkan timbulnya konflik di dalam internal partai dengan kegagalan mekanisme resolusi konflik.

Berangkat dari sini, dapat dikatakan konflik internal PKS bukan hanya berkutat di persoalan adanya perbedaan nilai antara faksi Sohibul Iman dan Fahri Hamzah. Konflik internal tersebut berbutut panjang lantaran partai juga dianggap gagal dalam melakukan mekanisme resolusi konflik yang membuat perpecahan semakin tak terhindarkan.

Hal inilah yang mungkin juga sedang terjadi di tubuh PAN. Gesekan ideologis antara Amien dan elite PAN saat ini tak bisa serta merta dianggap sebagai faktor tunggal yang menyebabkan partai berlambang matahari itu berada diambang perpecahan. Tak berfungsinya konsolidasi dan manajemen konflik tentu sedikit banyak berperan dalam kekisruhan yang terus terjadi.

Pada akhirnya, konflik dalam organisasi yang sarat akan kepentingan seperti partai politik memang tak bisa dihindarkan. Akan tetapi, partai politik seharusnya dapat menjadikan setiap konflik internal yang dihadapi sebagai proses pendewasaan dalam berdemokrasi. Bagaimana kira-kira konflik internal PAN ini akan berlanjut? Menarik untuk ditunggu kelanjutannya.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Redaksi

Baca Juga