Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bekuk Komplotan Penjahat Jalanan

Surabaya, Akuratnews.com - Komplotan penjahat jalanan dibekuk Unit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Kepada penyidik ,salah satu tersangka berinisial DWR (17) mengaku bahwa dirinya membuat aku FB palsu serta memajang foto seorang perempuan.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto.

"Sebelum mengeksekusi korban, DWR lebih dulu membuat sebuah akun facebook dengan nama Deviana dan memajang foto profil perempuan," terang Agus dalam keterangan persnya di Mako Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (19/11/19)

"Dari sana tersangka membuat akun palsu untuk mengelabuhi korban. Selanjutnya, dengan bujuk rayu, korban akhirnya tertarik untuk bertemu dengan Deviana palsu itu," tambahnya

Masih kata Agus,Setelah bersepakat untuk bertemu, korban kemudian mendatangi lokasi yang disepakati dengan Deviana palsu.

"Ternyata disana korban didatangi oleh tersangka DWR. Dari situ korban disambut dengan alasan DWR adalah temannya Deviana. Tanpa curiga korban mengikuti arahan DWR," ungkapnya pada wartawan.

Saat itu, korban membonceng DWR menuju ke jalan Kalianak. Disana ternyata muncul enam orang pelaku lain rekan DWR membawa sajam dan membuat seolah-olah DWR dan korban telah dirampok.

Tersangka yang merupakan residivis Jambret dan ketua kelompok begal remaja tersebut, turut membuat laporan ke Polsek Asemrowo, bahwa dirinya juga menjadi korban.

"Saat dilakukan penyelidikan, anggota kami mendapat petunjuk dari akun facebook yang ternyata milik tersangka, sehingga kami melakukan penangkapan dengan dua teman lainnya," papar Agus

"Skenarionya seolah-olah DWR ini tidak kenal pelaku lainnya. Padahal yang menyusun skenario ya DWR," tandasnya.

Saat ini polisi masih menangkap tiga dari tujuh pelaku.Polisi masih terus memburu para pelaku lainnya yang sudah teridentifikasi identitasnya.

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti Tas, Ponsel dan motor Honda Vario L 5931 YF milik korban. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketiga tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan diancam pidana selama 9 tahun penjara.

Penulis: Moris Mangke
Editor:Redaksi

Baca Juga