Selama 2020, Laba Bersih Bank Jatim Rp 1,49 Triliun

Direktur Bank Jatim, Busrul Iman saat melaksanakan analyst meeting terhadap kinerja keuangan Tahun Buku 2020 (audited) secara virtual, 14 April 2021.
Direktur Bank Jatim, Busrul Iman saat melaksanakan analyst meeting terhadap kinerja keuangan Tahun Buku 2020 (audited) secara virtual, 14 April 2021.

AKURATNEWS - Meski ditengah pandemi covid-19, tak banyak membawa pengaruh terhadap kinerja Bank Jatim. Selama tahun 2020 tercatat laba bersih Bank Jatim mencapai Rp 1,49 Triliun.

Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi industri perbankan, karena pandemi covid-19 melanda hampir seluruh belahan dunia. Akibatnya sektor bisnis mengalami penurunan dan berdampak secara tidak langsung terhadap kinerja industri perbankan.

"Kita bersyukur, di tengah-tengah pandemi Bank Jatim masih mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Year on Year/ YoY)," ujar Busrul Iman saat melaksanakan analyst meeting terhadap kinerja keuangan Tahun Buku 2020 (audited) secara virtual, 14 April 2021.

Busrul mencatat jika dibandingkan dengan kinerja industri perbankan secara nasional dan regional Jawa Timur, pertumbuhan kinerja Bank Jatim berada diatas pertumbuhan rata-rata.

Kinerja Desember 2020, aset Bank Jatim tercatat Rp. 83,62 triliun atau tumbuh 9,00%, laba bersih bankjatim tercatat Rp. 1,49 triliun atau tumbuh 8,17% (YoY). Selama tahun buku 2020, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 13,08% (YoY) yaitu sebesar Rp. 68,47 triliun.

"Pertumbuhan dana pihak ketiga yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Bank Jatim meningkat," paparnya.

Sementara dari sisi pembiayaan, Bank Jatim mampu mencatat pertumbuhan kredit yang positif, meskipun di tengah-tengah pandemi yaitu tumbuh 8,16% (YoY) atau sebesar Rp. 41,48 triliun. Kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi yaitu sebesar Rp. 24,35 triliun atau tumbuh 5,42% (YoY). Diikuti oleh kredit komersial sebesar Rp. 10,33 Triliun atau tumbuh 11,95 dan kredit di sektor UMKM sebesar 6,80 Triliun.

Komposisi rasio keuangan Bank Jatim periode Desember 2020 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 18,77 %, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,55 %, dan Return On Asset (ROA) 1,95 %.

Busrul menyebut selama pandemi covid-19, Bank Jatim berpartisipasi dalam mendukung program restrukturisasi kredit yang dicanangkan oleh Pemerintah. Tercatat hingga Maret 2021, Bank Jatim telah melakukan restrukturisasi kredit kepada 3.297 debitur dengan total outstanding Rp. 1,82 Triliun atau sekitar 4,37% dari total penyaluran kredit.

"Kinerja keuangan Maret 2021 juga menunjukkan pertumbuhan positif dari tahun sebelumnya (Year on Year/YoY). Total aset tercatat 89,65 atau tumbuh 28,58 % (YoY), "tuturnya.

Sedangkan laba bersih tercatat 448 Miliar atau tumbuh 2,20 % (YoY). Selama triwlan I 2021, penyaluran kredit bankjatim tercatat Rp. 41,73 Triliun atau tumbuh 8,63 % (YoY). Sedangkan dana pihak ketiga tercatat Rp. 76,09 Triliun atau tumbuh secara signifikan 31,72 %.

Bank Jatim optimis dapat mencapai target kinerja keuangan yang baik di tahun 2021. Beberapa langkah telah disiapkan dalam mendukung pencapaian target tersebut, salah satunya adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang akan dimulai lagi pada tahun ini dengan plafond Rp 1 triliun.

"Bank Jatim juga akan berusaha meningkatkan market share untuk kredit multiguna yang saat ini masih sebesar 60% lebih," pungkasnya.

Penulis: Adi Suprayitno

Baca Juga