Tampil di Festival Payung Indonesia 2020, Sanggar Cantiq Depok Butuh Support Pemkot

Festival Payung Desember 2020 di Prambanan, Klaten, Jateng

Depok, Akuratnews.com- Tampil di panggung utama event Festival Payung diawal Desember 2020, Sanggar Cantiq masih perlukan support dari Pemerintah Kota Depok maupun pihak lain.

Sanggar Cantiq rencananya akan pentas dengan tarian bertema Perang Hubad di atas panggung utama acara Festival tahunan yang juga jadi event prioritas Kementerian Pariwisata Indonesia dalam Calender of Event (CoE).

"Sampai sekarang masih belum ada respons positif dari pihak Pemkot Depok setelah kami sampaikan soal pementasan kami di Festival Payung 2020," ucap Ketua Sanggar Cantiq Erni, Minggu,(22/11/2020).

Meski sebelumnya kerap tampil mengisi sejumlah acara di tingkat Kota Depok, seperti acara peresmian Alun-alun Depok dan akan tampil membawa nama Kota Depok.

Dalam event bertaraf Internasional seperti Festival Payung, pihak Pemda Kota Depok hingga kini justru terkesan enggan berikan respons positif pada moment besar dievent tersebut.

"Kami pernah mencoba berikan informasi terkait event tersebut kepada pihak pemda Depok melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) namun seolah tak dihiraukan. Padahal sebelumnya kami kerap diminta mengisi sejumlah acara di tingkat Kota Depok," tuturnya

Lantaran itu, pihak Sanggar Cantiq juga berharap adanya bentuk dukungan dari Pemerintah Kota Depok atau pihak lain kepada para pekerja seni untuk suksesi tampil dalam festival Payung bertaraf Internasional tersebut.

Harapan itu dikatakan Erni lantaran mengingat tidak sedikitnya persiapan dan biaya yang diperlukan para penari dan pekerja seni lain yang akan tampil membawa nama Kota Depok.

"Event Festival Payung akan digelar pada awal Desember 2020 mendatang. Karenanya kami sangat berharap adanya dukungan dari pemda Depok maupun pihak lainnya," ujarnya.

Sanggar Cantiq sebelumnya juga tercatat pernah ikut tampil pada bagian dari event prioritas Kementerian Pariwisata dalam Calender of Event (CoE) di tahun 2019 lalu.

"Ini kedua kali kami (Sanggar Cantiq) ikut Festival Payung kalender tahunan Kementerian Pariwisata," jelas Erni.

Dikatakan Erni, tema tari yang nantinya akan ditampilkan dalam panggung utama Festival Payung 2020 mengusung tema Perang Hubat.

Erni menuturkan akan ada sebanyak 28 orang penari yang terlibat di dalam penampilan tari Perang Hubat nanti di Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Tak hanya menampilkan para penari, Sanggar tari asal Depok itu juga turut melibatkan para pelukis di festival akan dihadiri banyak seniman mancanegara itu.

"Sanggar Cantiq nantinya akan tampil bersama dengan seniman-seniman dari Thailand, Korea, Japan India, Spanyol, Brasil dan negara lainnya. Kami juga libatkan para pelukis pad event tersebut," ujar Erni kepada Akuratnews.com.

Dalam moment itu, Sanggar Cantiq juga akan memgusung konsep kebudayaan tradisional yang di dalamnya juga bisa menampilkan sejumlah kerajinan asal Kota Depok.

"Kami juga diberikan kesempatan oleh pihak panitia penyelenggara untuk memperkenalkan juga unsur kesenian lain seperti batik Depok, maupun kerajinan lokal Depok lainya," tutup Erni.

Penulis:

Baca Juga