Tanggor : Bongkar Kasus Kecil, Tugas KPK Berpotensi Semakin Lemah

Jakarta, Akuratnews.com - Beberapa waktu lalu, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) merelease berita tentang kinerja 2016 dan delapan poin strategis 2017.

Beberepa catatan menarik di tahun 2016. KPK lakukan sejarah baru 17 kali melakukan Operasi Tangkap Tangan ( OTT). Atas penindakan KPK hasilkan pemasukan negara Rp 497.6 Miliar. Kasus yang paling banyak terjadi adalah di sektor pengadaan.

Anggota ACFE (Ass of Certified Fraud Examiner)atau Penyidik Kecurangan dan Kejahatan Keuangan dari Universitas Pelita Harapan,( UPH) ,Tanggor Sihombing, mengatakan, beberapa kenyataan yang harus diperhatikan yang sangat berpotensi melemahkan kedudukan dan peran KPK.

Pertama, anggaran KPK tahun 2016 Rp 991.8 milliar menurun di tahun 2017 menjadi Rp 734.2 miliar," Turun sekitar 26 persen. Status KPK yang sifatnya masih adhoc, mudah di hapus dibandingkan dengan status lembaga pemerintahan lainnya," kata Tanggor kepada Akuratnews.com, Sabtu (21/1/2017).

Selanjutnya, kata dia, saat ini dukungan kepolisian dan kejaksaan memasok penyidik masih sangat kurang.Padahal dengan delapan poin strategis yang dicanangkan pasti membutuhkan sumber daya lebih besar.

"Dibutuhkan penyidik dan pekerja yang lebih besar. Area tugas membesar dibanding thn sebelumnya, Perma no 13 tahun 2016 tentang tipikor di korporasi, kerjasama dengan Saber Pungli dan lainnya," jelasnya.

Selain itu, dalam menjalankan tugas-tugasnya KPK berpotensi makin lemah atau hanya melakukan penindakan-penindakan sederhana. Pendidikan dan pencegahan bisa terabaikan. (Agus)

Penulis:

Baca Juga