Terkait Peredaran Narkoba di Lapas, BNN Tangkap Oknum Sipir

Jakarta, Akuratnews.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap delapan orang tersangka, salah satunya oknum sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuk Pakam, terkait peredaran narkotika, di Lubuk Pakam, Medan, Sumatera Utara.

Deputi Pemberantasan Narkoba BNN Irjen Arman Depari mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait pengiriman narkotika.

Kemudian, tim BNN melakukan penyelidikan dan operasi penangkapan serta penyitaan narkotika di Sumatera Utara, sejak tanggal 16 hingga 21 September 2018.

"Info awal adanya pengiriman narkoba dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut untuk diedarkan di dalam lembaga pemasyarakatan," ujar Arman, Sabtu (22/09/2018).

Dikatakan, setelah melakukan penyelidikan, petugas BNN menangkap delapan tersangka atas nama Edu, Elisabeth, Dian, Edward, Husaini, Bayu, Maredi (oknum sipir) dan Dekyan (narapidana).

"Barang bukti yang disita narkotika sabu-sabu kurang lebih 36,5 kilogram dan ekstasi 3.000 butir, uang tunai Rp 681.635.500 (hasil penjualan narkoba), kartu ATM, buku tabungan, alat komunikasi, timbangan digital, paspor, mobil, serta sepeda motor," ungkapnya.

Ia menyampaikan, awalnya petugas menangkap seorang kurir bernama Bayu yang mengantarkan narkotika sabu-sabu untuk diedarkan seberat 50 gram, ke Lapas Lubuk Pakam.

"Narkotika itu diterima oleh sipir atas nama Maredi atas suruhan Dekyan. Maredi dan Bayu ditangkap pada saat serah terima narkotika di lapas," katanya.

Ia menyampaikan, BNN selanjutnya melakukan pengembangan di sejumlah tempat, dan berhasil menangkap lima tersangka lain.

"Kemudian, menyita barang bukti narkoba kurang lebih 36 kilogram dan alat-alat pendukung dalam tersangka melakukan kejahatannya. Besok tersangka dan barang bukti akan dibawa ke BNN Pusat untuk disidik dan dikembangkan," tandasnya. (Red)

Penulis:

Baca Juga