Investasi Energi Ramah Lingkungan

Usai Gaet LG dan CATL di Industri Baterai, RI Gaet Tesla Bangun Industri Mobil Listrik

Jakarta, Akuratnews.com - Seiring dengan kemajuan teknologi energi yang berbasis ramah lingkungan di berbagai bidang termasuk otomotif, maka  baterai dianggap sebagai solusi energi  yang cukup penting. Karena baterei selain dinilai ramah lingkungan, juga  tidak menghasilkan polusi akibat pembakaran seperti pada kendaraan berbahan bakar bensin atau solar.

Menyikapi hal ini maka  pemerintah Indonesia mengambil langkah cepat untuk bisa bermain di pasar baterei dunia. Hal ini dibuktikan dengan telah dilakukannya penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), antara pemerintah Indonesia dengan LG Energy Solution untuk membangun pabrik baterai senilai US$ 9,8 miliar atau sekitar Rp 142 triliun pada Jumat, 18 Desember 2020 lalu.

Apakah cukup? Tentu tidak, bahkan perusahaan asal Tiongkok yakni Contemporary Amperex Technology atau CATL, juga dikabarkan berminat untuk investasi bangun pabrik baterai di Indonesia.

Seperti kita ketahui, kedua perusahaantersebut diatas adalah produsen baterai besar dunia. Kedua perusahaan tersebut saat ini  menguasai 55% dari pasar baterai dunia.

Ketua Tim Percepatan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/ EV Battery) Nasional, Agus Tjahajana Wirakusumah mengatakan.

"LG dan CATL merupakan pemain-pemain di pasar baterei. Kedua perusahaan itu menguasai hampir 50% lebih, hampir 55% pasar baterei dunia," jelas Agus  di Jakarta, Rabu (06/01/2021).

Ada yang perlu menjadi catatan, bahwa kedua perusahaan tersebut diatas  juga sudah memiliki  banyak pabrik di berbagai negara, misalnya di China, Kanada, dan Polandia. Jadi walaupuni mereka berinvestasi di Indonesia, tidak bisa secara otomatis  Indonesia bisa disebut sebagai  produsen baterei terbesar dubia. Tetapi setidaknya ada kontribusi Indonesia untuk pemain-pemain besar tersebut.

"Jika ditanya seberapa besar kita bisa kuasai pasar dunia dari kedua perusahaan tersebut, apakah 20%-30%, tu sangat bergantung dari competitiveness. Kita akan ikut di dalam proses itu," tambah Agus.

Jajaki Kerjasama Dengan Tesla

Selain bekerjasama dengan pihak LG dan CATL, Indonesia juga sedang melakukan pendekatan dengan Tesla.  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pihaknya akan melakukan diskusi dengan Tesla pada Februari 2021 mendatang, untuk mengembangkan kerja sama pembangunan industri mobil listrik di Tanah Indonesia.

Diskusi ini menurut Erick merupakan salah satu langkah RI menjadi pemain utama industri mobil listrik.

"Pada bulan Februari ini, Insya Allah  saya akan membuka pembicaraan dengan Tesla untuk mengembangkan kerja sama ini," jelas Erick dalam siaran persnya pada Sabtu (2/1/2021).

Lebih lanjut Eric menambahkan bahwa  mengapa Indonesia berambisi untuk  menjadi pemain utama industri mobil listrik. Karena hal ini  sejalan dengan misi Presiden Jokowi yang ingin mendorong Indonesia menjadi pemain utama dalam industri mutakhir. Sedang kekayaan sumber daya alam Indonesia sangat mendukung untuk itu.

Seperti kita ketahui, Indonesia merupakan  salah satu negara dengan sumber daya nikel yang terbesar. Jadi sangat  mendukung sekali bagi  Indonesia untuk menjadi produsen utama sumber daya baterai mobil listrik.

"Komponen utama dalam produksi mobil listrik adalah baterei sedang baterei terbuat dari bahan dasar nikel. Oleh sebab itu jika kekayaan alam yang kita miliki ini  didukung dengan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni, maka  kita akan  mampu menjadi produsen utama dalam industri mobil listrik dunia," tutup Erick.

Penulis: Irish
Editor:Redaksi

Baca Juga