Usai Nurhadi, Segera Tangkap Sjamsul Nursalim dan Joseph Tjahjadjaja

Jakarta, Akuratnews.com - Tertangkapnya mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi Abdurrahman bersama menantunya, Rezki Herbiyono oleg Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan bisa menjadi pemicu penangkapan buron kasus korupsi lainnya.

Selain Nurhadi, masih banyak lagi buron kasus korupsi yang belum tertangkap KPK dan Kejaksaan Agung. Sebut saja nama Harun Masiku, Sjamsul Nursalim dan Joseph Tjahjadjaja.

Sjamsul Nursalim telah ditetapkan KPK bersama istrinya Itjih Nursalim sebagai tersangka kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Kerugian negara dalam kasus ini Rp 4,58 triliun.

Sedangkan Joseph Tjahjadjaja sudah divonis 11 tahun penjara pada 2004 lalu dan sampai sekarang atau sudah 16 tahun, terpidana pembobol uang Bank Mandiri Rp200 miliar ini belum juga dieksekusi untuk menjalankan hukumannya.

"Nggak sampai setahun, Nurhadi yang dituduh suap gratifikasi cuma Rp46 miliar saja sudah tertangkap. Masa Joseph yang korupsi Bank Mandiri Rp200 miliar belum tertangkap, sampai hari ini sudah 16 tahun lho!" tandas praktisi hukum yang juga pengacara, Ferry Juan di Jakarta, Kamis (4/6).

Ia juga membantah tudingan sebuah LSM yang menyebut jika dirinya melindungi mantan kliennya tersebut dengan cara memfasilitasi suap Rp20 miliar kepada jaksa eksekutor dan Kajari Jakarta Pusat.

"Memang, saat saya tangani perkara tersebut, saya telah mengalihkan status penahanan terpidana dari tahanan Rutan Salemba menjadi tahanan kota dengan alasan kemanusiaan karena sakit. Sehingga ketika perkaranya banding dan kasasi, terpidana tidak lagi berada di dalam tahanan," beber Ferry.

Ia juga menegaskan jika sudah lama tak lagi berhubungan dengan Joseph dan tak tahu lagi dimana keberadaannya sekarang.

"Kalau terpidana sakit ingin ditunda eksekusinya, tentu harus ada keterangan resmi medis dari dokter," ujarnya.

Ditambahkannya, menurut ketentuan Pasal 35 Reglemen Penjara, dokter yang ditunjuk Lapas bisa menolak terpidana yang sakit tertentu untuk ditahan di Lapas. Dan jika terpidana wafat tentu harus ada dokumen sah kematiannya.

"Tapi kalau terpidana sengaja menghilang tanpa kabar berita, itu namanya melarikan diri dari kewajiban hukum dan wajib dicari dan ditangkap oleh jaksa eksekutor selaku pelaksana putusan pengadilan," pungkas Ferry.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga