oleh

Idrus Marham tidak percaya Titiek Soeharto Keluar dari Golkar

Jakarta, Akuratnews.com  Menteri Sosial, Idrus Marham tidak percaya bahwa Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto hengkang dari Partai Golongan Karya (Golkar).

“Saya gak percaya itu, mungkin mbak Titik main-main kali, guyon kali ya,” kata Idrus selepas acara buka bersama dan santunan anak yatim yang digelar oleh Seknas Jokowi, Senin (11/6).

Kenapa, kata Idrus, karna bagi saya keluarga pak Harto itu dan mbak Titiek itu para pendiri, perintis partai golkar jaman orde baru itu bahkan sebelumnya tahun 64 salah satunya adalah pak Harto.

“Jadi kalau misalkan mesti pindah, saya khawatir menghianati ya, menghianati orang tua yang merintis ini dan lain-lain sebagainya,”

Mantan Sekjen Partai Golkar itu tetap tidak mempercayai Titiek Soeharto pindah ke partai lain.

“Jadi saya tidak percaya mbak Titi pindah, saya tidak percaya, mungkin main-main, guyon, biar ada job-job politik ya. Ya namanya sekarang job-job politik kan kenceng-kenceng,” imbuhnya.

Karna setahu saya selama ini mbak Titi adalah salah seorang putri almarhum bapak pembangunan. “Dan pak Harto itu betul-betul tercermin pada mbak Titi, jadi saya gak percaya mbak Titi mundur,” pungkasnya.

Putri sulung mantan Presiden Soeharto, Titiek Soeharto memutuskan keluar dari Partai Golkar dan bergabung dengan Partai Berkarya besutan Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto). Keputusan tersebut di umumkan di Kemusuk, Yogyakarta hari ini Senin (11/6).

Alasan putri Presiden kedua RI Soeharto itu memutuskan mundur dari partai yang membesarkannya, karena keprihatinan atas kondisi bangsa dan negara. Dalam hal ini, Golkar yang bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi-JK mestinya mengambil peran.

Di antara masalah yang disinggung Titiek adalah banjir tenaga kerja asing, narkoba, hingga impor beras dan bawang.

“Alam dan tanah yang seolah-olah kita tidak bisa manfaatkan dengan baik. Apa-apa masih impor beras impor, gula impor bawang impor, garam impor padahal kita dikelilingi laut,” kritiknya.

Titiek mengaku sedih, dirinya ingin menjerit, protes dan menyuarakan hati nurani rakyat. Sebagai anak biologis Presiden Soeharto, Titiek mengaku tidak bisa berdiam diri, namun posisinya sebagai kader Golkar tidak memungkinkan hal itu. Pasalnya, saat ini Golkar adalah partai pendukung Pemerintah.

“Oleh karena itu, saya memutuskan keluar dari Partai Golkar dan memilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya,” kata Titiek disambut tepuk tangan hadirin. (Yan)

Komentar

News Feed