Beranda Kuliner Pesona Indonesia dalam Aroma Terasi Lombok

Pesona Indonesia dalam Aroma Terasi Lombok

46
0
BERBAGI
alterntif text

Jakarta, Akuratnews.com – Festival kuliner ini bukan cuma merayakan aneka sajian karya warung-warung legendaris dari penjuru nusantara, ada pula tantangan seru buat para pengunjung. Ayam taliwang lombok, bakso malang, rendang padang, bukan cuma mesti dinikmati rasanya, namun juga dieksplorasi lebih dalam.

Maka, dalam Festival Kuliner Nusantara (FKN), bertema “Aneka Ragam Kuliner Nusantara” yang digagas Kementrian Pariwisata itu, ada kompetisi food amazing race, menyerupai program tersohor di televisi kabel. Bedanya, di sini, adu cepat dan tepat menjawab soal sambil berpindah dari satu tempat ke lokasi lain, dikaitkan dengan aneka tradisi kuliner Indonesia.

Lomba diadakan di sela-sela stand FKN yang digelar di halaman mal Artha Gading, Jakarta Utara, belum lama ini.

Di antara aroma dan godaan rasa dan mata di stand Rumah Makan Gudeg Pejompongan, Pempek Kenten wangi, Rumah Makan Ayam Taliwang Bersaudara hingga Bolu Lapis Talas Bogor Botani, para peserta diminta mencari tahu lebih banyak tentang bumbu, sejarah, identitas lokal dan yang paling seru, menikmatinya hingga tandas.

Ada pertanyaan tentang bumbu yang dibubuhkan dalam ayam bakar di stand Ayam Taliwang Bersaudara. Di sini, ada terasi dan cabai rawit yang dibubuhkan, dan yang paling mengejutkan, rumah makan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan serta di berbagai penjuru nusantara lainnya ini, menggunakan ayam lokal Lombok.

“Kami mendatangkan bibitnya di peternakan di kawasan Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Jadi ini bukan ayam kampung biasa atau ayam penjantan, perhatikan saja, sama seperti di Lombok, ayam bakar kami lehernya lebih panjang,” kata si penjaga stand sambil sibuk berdiskusi dengan peserta lomba.

Demi rasa yang autentik pula, secara rutin, rumah makan ini pun mendatangkan langsung kangkung, terasi hingga cabai merah dari pulau dengan pantai-pantainya yang indah itu.

Usai menikmati Lombok, peserta ditantang untuk menikmati bir pletok di stand Jakarta. Ada rasa aneka rempah, dalam botol yang mesti dihabiskan hingga tandas, sebagai syarat memperoleh tanda tangan juri.

Di samping stand Jakarta, ada asap dengan aroma menggoda dari sate tuna di stand Gorontalo. Kaya dengan ikan-ikan terbaik, provinsi ini memamerkan sajian, ilabulo sagu hingga milu siram. Jagung dan ikan dipertemukan dalam sajian yang panas.

Para ibu yang dengan bangga menyajikan aneka sajian itu berkisah, Gorontalo dengan kebun jagungnya, punya varian istimewa yang istimewa. Jagung pulut namanya, jagung dengan tekstur ketan, yang manis sekaligus pulen dan lengket. Selain di Gorontalo, jagung ini juga bisa dijumpai hingga kawasan Pulau Sulawesi lainnya.

Ketika matahari nyaris terbenam, lomba pun berakhir. Ikhtiar pada pameran dua hari ini menjadi bagian dari ikhtiar Kementerian Pariwisata menjadikan kuliner sebagai bagian dari Pesona Indonesia. Rasa, rupa dan aroma hasil olahan tradisi kuliner Indonesia dipercaya efektif memacu kunjungan wisatawan untuk mencapai target 275 juta turis domestik dan 20 juta dari mancanegara pada 2019. (Aulia)

alterntif text

LEAVE A REPLY