Kecurangan Pemilu 2019

58 Ribu Suara Nizar Zahro Diduga Dirampok, SATRIA Sampaikan Pernyataan Sikap

Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA) Foto istimewa.

Jakarta, Akuratnews.com – Dugaan kecurangan pemilu 2019 diungkap Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA) melalui surat yang pernyataannya tertanggal 16 Mei 2019 dan ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal SATRIA, Yoni Triharto.

SATRIA menyebutkan telah terjadi aksi (dugaan) perampokan suara yang terjadi di Kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur. Kasus ini menimpa Caleg Partai Gerindra Moh. Nizar Zahro dari Dapil Jatim XI. Caleg bernomor urut 1.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 58.408 suara dari Caleg Moh. Nizar Zahro hilang. Disinyalir ada 3 Parpol yang mendapatkan penambahan suara secara signifikan. Sementara suara Partai Gerindra terkuras kering kerontang.

Dari jejak yang ditinggalkan,hilangnya suara Nizar Zahro terjadi di hampir semua kecamatan.

Modusnya dengan membabat angka-angka milik Nizar Zahro di Form DA1 (Rekap tingkat Kecamatan), dan dipindahkan atas nama caleg atau parpol lain di Form DB1 (Rekap tingkat Kabupaten).

Moh. Nizar Zahro baru menyadari suaranya telah dirampok setelah dilakukannya Pleno di tingkat kabupaten.

Sebagai korban dirinya sudah melaporkan dugaan perampokan tersebut ke Pleno Propinsi dan Pusat. Namun sayang, KPU sebagai penyelenggara melempar kasus ini ke Bawaslu.

Atas permasalahan tersebut, berikut pernyataan sikap SATRIA, mendesak kepada :

1. KPU agar menjadikan Form DA1 yang berasal dari DA Plano dan berasal dari C1 sebagai dasar perhitungan suara sehingga sertifikat DB 1 KPUD Bangkalan sah

2. Bawaslu agar membawa kasus ini ke ranah hukum, dan menjerat jaringan perampokan suara rakyat dengan hukuman seberat2nya.*

3. Mengajak seluruh pimpinan Gerindra di seluruh Indonesia untuk menolak hasil Pleno KPUD Bangkalan.

Penulis:

Baca Juga