Ada “Angin Surga” di Sekitar Jokowi

Jokowi. (foto istimewa).

Jakarta, Akuratnews.com - Awal tahun kali ini, nampaknya tidak berlebihan apabila menyebutkan bahwa masyarakat disambut oleh berbagai kenaikan tarif, mulai dari cukai rokok hingga jalan Tol. Namun, dari semua kenaikan tersebut, naiknya iuran BPJS Kesehatan nampaknya menjadi isu khusus yang terbenam di benak publik.

Bagaimana tidak, dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), praktis iuran BPJS Kesehatan meningkat 100 persen atau naik dua kali lipat.

Akan tetapi, drama kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut nampaknya menemui akhir ceritanya menyusul pada dikabulkannya judicial review atas PP No. 75/2019 oleh Mahkamah Agung (MA), yang mana itu menegaskan batalnya kenaikan iuran tersebut.

Tentu, putusan MA tersebut mendapat pandangan positif, khususnya dari mereka yang memposisikan diri beriringan dengan ketakutan publik atas biaya kesehatan.

Peneliti senior Institut Riset Indonesia (Insis), Dian Permata misalnya, ia menyebutkan bahwa MA sangat memahami denyut nadi publik yang telah dari jauh-jauh hari menolak kenaikan tersebut. Tidak hanya itu, Dian juga menegaskan bahwa itu menjadi catatan tersendiri bagi pemerintahan Presiden Jokowi untuk melihat kondisi perekonomian rakyat.

Tidak ketinggalan, terdapat komentar pedas dari ekonom senior, Rizal Ramli (RR) di akun twitter pribadinya yang menyebutkan dengan dikabulkannya judicial review, itu adalah indikasi bahwa di sekitar Presiden Jokowi terlalu banyak “penyebar angin surga” – penasihat – yang mengabaikan kepatuhan hukum dan memberikan solusi ekonomi yang hanya berkutat pada persoalan seperti menaikkan harga.

RR yang menggunakan frasa “penyebar angin surga” tentu membuat konteks kritik tersebut memiliki keunikan dan tanda tanya tersendiri. Salah satunya adalah, siapa yang dimaksudnya dalam frasa indah tersebut?

Siapa Si “Penyebar Angin Surga”?

Jika merunut pada kronologinya, boleh jadi frasa RR tersebut ditujukan kepada Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati. Pasalnya, sosok yang pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut disebut-sebut sebagai pihak yang mendorong kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Redaksi

Baca Juga