Amanah Perisai Nusantara Sampaikan Rasa Belasungkawa Atas Wafatnya BJ Habibie

Wakil Ketua Umum Amanah Perisai Nusantara, Ahmad Ahyar
Wakil Ketua Umum Amanah Perisai Nusantara, Ahmad Ahyar

Jakarta, Akuratnews.com - Wakil Ketua Umum Amanah Perisai Nusantara Ahmad Ahyar menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Presiden RI ke 3 Bacharuddin Jusuf Habibie atau akrab disapa BJ Habibie. Dikatakannya, Habibie adalah seorang negarawan sekaligus Bapak Teknologi yang diakui dunia.

“Kami ucapkan duka cita sedalam-dalamnya. Kita bangsa Indonesia kehilangan tokoh bangsa sekaligus negarawan, Bapak Teknologi yang keilmuannya diakui dunia,” kata Ahyar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/09/2019).

Ahyar mengatakan bahwa ada banyak nilai-nilai keteladanan yang bisa dipetik dari seorang insinyur lulusan Jerman tersebut.

Di bidang teknologi misalnya, Habibie demikian visioner. Ketika menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi pada tahun 1978-1998, Habibie berhasil menorehkan prestasi mumpuni. Indonesia berhasil membuat pesawat terbang N250 yang diluncurkan pada tahun 1995.

“Inilah visi besar Habibie untuk bangsa Indonesia. Habibie berhasil melakukan terobosan mutakhir. Indonesia bergerak dari negara agraris menuju negara industri melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknolgi,” terang Ahyar.

Dalam bidang teknologi khususnya di bidang kedirgantaraan tidak bisa dilepaskan dari figur Bung Karno. Hal tersebut dikisahkan sendiri oleh Habibie ketika memberikan orasi ilmiah saat peluncuran Habibie Institute for Public Policy and Governance (HIPPG) di Balai Sidang UI, Depok pada Selasa 25 Juni 2019.

“Habibie adalah produk Bung Karno. Habibie berhasil mewujudkan visi besar Bung Karno menyatukan Indonesia melalui jalur udara,” jelas Pria yang juga sebagai Pemimpin Umum di PT Akurat Media Nusantara.

Ahyar menambahkan, ketika menjadi orang nomor satu di Indonesia pada tahun 1998 menggantikan Presiden Soeharto. Bukan perkara mudah memimpin Indonesia di awal reformasi.

Habibie harus menghadapi berbagai masalah pelik, mulai dari krisis ekonomi yang melilit Indonesia sejak tahun 1997, berbagai kerusuhan di berbagai daerah juga menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan Habibie.

“Alhamdulillah Presiden BJ Habibie berhasil mengatasi gejolak tersebut. Habibie berhasil mencegah potensi disintegrasi bangsa dan menuntaskan gejolak ekonomi yang melanda Indonesia,” paparnya.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, Habibie tetap berperan dalam menjaga dan mengawal arah perjalanan bangsa.

Terlihat dalam beberapa momentum, beliau memberikan saran dan masukan kepada pemerintah maupun berbagi inspirasi kepada banyak orang. Habibie menjadi pengayom dan berdiri di atas semua komponen bangsa.

“Habibie memang seorang negarawan yang ingin mendarmabaktikan seluruh gerak hidupnya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara Indonesia sampai akhir hidupnya. Selamat jalan Pak Habibie. Semoga akan lahir Habibie – Habibie lainnya di masa depan,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Baca Juga