Bagaimana Industri Bertanggung Jawab Terhadap Sampah Multilayer

Para pembicara dalam permaslahan dampah kemasan multilayer, yang diselenggaran di M Blok Jakarta Selatan, Selasa (4/3).

Jakarta, Akuratnews.com - Tak ada habisnya permasalahan sampah di tanah air. Bahkan akibat sampah, Indonesia menyandang predikat nomor dua di dunia penghasil sampah. Ditambah lagi permasalahan sampah kemasan multilayer, yang di nilai culup besar menjadi penyumbang.

Tak memungkiri hukum alam yang ada. Semakin besar kebutuhan, semakin besar pula sampah yang dihasilkan. Namun, sebagai manusia yang ditentukan Tuhan YME sebagai makhluk pemimpin di dunia, tentunya mempunyai tanggung jawab besar dalam menjaga alam yang merupakan titipan anak cucu kelak.

Berdasarkan laporan terbaru Greenpeace berjudul Throwing Away The Future: How Companies Still Have It Wrong on Plastic Pollution Solutions, sebanyak 855 miliar sachet terjual di pasar global pada tahun ini, dengan Asia Tenggara memegang pangsa pasar sekitar 50%. Diprediksi jumlah kemasan sachet yang terjual akan mencapai 1,3 triliun pada tahun 2027.

Dalam diskusi Hari Peduli Sampah Nasional Juru Kampanye Urban Greenpeace Indonesia, Muharram Atha Rasyadi, mengatakan 2030 sachet ini sudah harus jadi monolayer dan mendorong produsen berinvestasi dalam penggunaan daur ulang.

"Plastik multilayer itu sulit di daur ulang. Inisiatif penggunaan kemasan daur ulang selama ini baru datang dari masyarakat, bukan dari produsen. Yang perlu dilakukan produsen adalah bagaimana skema dan bisnis ini perlu dilakukan," jelas Atha, dalam diskusi di Jakarta Selatan, (4/3).

Dijelaskan Atha, prilaku konsumsi masyarakat dibentuk oleh industry. Produsen selalu beralasan mereka memproduksi kemasan sachet karena daya beli konsumen adalah sachet.

"Sampah sachet atau plastik multilayer nilai ekonomisnya sangat rendah. Akibatnya, pemulung cenderung mengabaikan sampah jenis ini dan hanya memungut plastik jenis PET karena dapat dijual kembali dengan harga tinggi untuk industri daur ulang," ungkapnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga