Bamsoet Beri Orasi Ilmiah di Wisuda STEI

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Bambang Soesatyo (Bamsoet) memberikan orasi ilmiah di hadapan ribuan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI) yang di wisuda di Balai Sidang Jakarta.

Dalam orasi tersebut, Bambang memaparkan pentingnya akan sebuah perguruan tinggi dalam menciptakan generasi yang handal dan kompeten. Saat ini, menurutnya sebanyak 58,2% tenaga kerja kurang terampil masih bekerja di bidang lain. Perguruan tinggi harus mampu merespon peningkatan kualitas dan mutu pendidikan.

"Perguruan tinggi dituntut untuk kreatif agar bisa menghasilkan pendidikan yang bermutu dan memiliki kompetensi yang tinggi," kata Bamsoet, Senin (22/10/2018).

Bamsoet yang juga merupakan alumni dari STEI memberikan gambaran akan tantangan dan peluang dimasa depan bagi mahasiswa yang di wisuda. Peluang dan dunia kerja masa saat itu dengan era milenial berbeda. Semua usaha bisa di lakukan dengan telepon genggam.

"Saat itu, saat usai kuliah yang dipikirkan setelah wisuda sempat bingung. Ingin bekerja apa dan dimana," Ceritanya dalam orasi ilmiahnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Bamsoet juga menyoroti minimnya anggaran dalam penelitian dunia kampus. Perbedaan dengan negara lain yang cukup besar di bandingkan negara kita.

"Sebesar 0,25% anggaran penelitian yang di alokasikan negara. Berbeda dengan negara Malaysia senilai 1,25% anggarannya dan negara lain diatasnya. Alokasi yang kecil membuat peningkatan mutu pendidikan terhambat," Bandingnya.

Sementara itu, Ketua STEI Ridwan Maronrong merasa bangga atas keberhasilan alumninya. Menurutnya bibit karakteristik kepemimpinan Bamsoet sudah dapat terlihat saat jadi mahasiswa STEI.

Bamsoet sebagai mahasiswa yang rajin dan tekun setiap kali perkuliahan. Kampus yang beralamat di jalan Kayu Jati Raya, Rawamangun, Jakarta Timur sebagai kampus saat Bamsoet berkuliah.

"Saat jadi mahasiswa sudah kelihatan bibit kepemimpinannya. Beberapa organisasi kemahasiswaan di ikutinya. Beliau sangat pandai. Dulu, skripsinya saya menjadi pembimbingnya," Jelas Ridwan Maronrong. (Yan)

Penulis:

Baca Juga