Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden, Enam Orang Ini Siapkan Bom Bola Karet

Jakarta, Akuratnews.com - Polda Metro Jaya mengamankan enam orang yang berencana menggagalkan acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung DPR, Minggu (20/10).

Keenam pelaku ini terdiri dari tiga pria dan tiga wanita. Ketiga pria itu yakni SH, RH dan PSM, sementara tiga wanita yakni E, FAB dan HRS.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, kelompok ini berawal dari sebuah grup Whatsapp (WA) yang bernama F dengan 123 orang anggota dan 5 admin.

"Ide membuat grup WA berawal dari tersangka SH. Sedangkan FAB bergabung dengan kelompok ini mengatakan seringnya komunikasi dan dirinya meyakini komunis semakin berkembang, dan adanya polisi China yang dipersenjatai untuk pengamanan unjuk rasa," jelas Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (21/10).

Dari keterangan WA grup ini, kelompok ini membahas kegiatan untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden.

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pemeriksaan untuk mendalami kemungkinan pelaku lainnya.

Argo menambahkan, kelompok ini masih satu jaringan dengan dua kelompok dimana ada dosen non aktif IPB Abdul Basith serta mantan Danjen Kopassus Mayjen Soenarko.

"Jika satu kelompok AB sebelumnya membuat bom isi paku dan merica serta kelompok lainnya membuat molotov, maka kelompok ini membuat dan menyiapkan ketapel kayu, peluru gotri serta ban karet dari lilitan tali ban yang bisa meledak. Jadi tiga kelompok ini satu jaringan," beber Argo.

Dari tangan mereka disita sejumlah barang bukti mulai dari belasan ketapel kayu dan ketapel pabrikan, ratusan gotri, bola karet sebesar kepalan tangan dari tali ban dalam yang dililit dan dapat meledak, ratusan karet gelang, tali dari bekas ban dalam yang hendak dijadikan 'bom' bola karet, beberapa bendera warna hitam dan putih bertuliskan huruf Arab, dua buah bendera kecil Palestina, syal bergambar bendera palestina, gunting, KTP, kartu debit dan mobil Suzuki Ertiga warna hitam bernopol B 2453 KFY.

Dari penyelidikan dan barang bukti yang ada, lanjut Argo, keenam tersangka dijerat Pasal 169 KUHP ayat 1 dan atau Pasal 187 KUHP ayat 1, Pasal 187 KUHP dengan ancamannya dari 5 tahun sampai dengan 20 tahun penjara.

Penulis: Suroso
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga