Bupati dan Ketua KPU Sinjai Teken MoU DP3, Pilkades Serentak Digelar Akhir 2021

Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA), SH., LLM (baju batik putih) pada acara Coffee Morning dirangkai penandatanganan MoU yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sinjai, Jumat (23/7/2021). /Ashari/AKURATNEWS.

AKURATNEWS - Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan akan dilaksanakan diakhir tahun 2021.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) saat mengikuti acara Coffee Morning yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sinjai, Jumat (23/7/2021).

Acara yang digelar di Kantor KPU Sinjai ini, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Bupati ASA dengan Ketua KPU Muhammad Naim tentang Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) Tahun 2021.

Dalam kesempatan ini, Bupati ASA menyambut baik penandatanganan nota kesepakatan tersebut dan menyatakan komitmen mendukung pelaksanaan DP3.

Ia berharap, kerjasama Pemerintah Daerah dengan KPU Sinjai dalam program DP3, tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat semakin meningkat, khususnya dalam menghadapi Pemilu.

Bupati ASA menambahkan bahwa dengan adanya program DP3, akan mengedukasi bagi desa yang dipilih, kemudian nantinya diharapkan dapat menyasar seluruh desa yang ada di Kabupaten Sinjai.

“Kami dari pemerintah siap untuk bekerjasama. Semoga dua desa ini menjadi pelopor untuk di desa-desa lainnya,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Muhammad Naim menjelaskan, DP3 adalah program yang diinisiasi oleh KPU RI dalam rangka meningkatkan kualitas partisipasi pemilih.

Hal ini penting sebab tugas penyelenggaraan pemilu atau pemilihan bukan hanya menjadi tanggung penyelenggara, tetapi menjadi tanggungjawab bersama. Baik pemerintah stakeholder terkait, dan seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai langkah awal, kata Naim program DP3 dibentuk didua desa di Sinjai, yakni di Desa Mattunrung Tellue Kecamatan Sinjai Tengah, dan Desa Samaturue Kecamatan Tellulimpoe sebagai piloct project atau percontohan.

“Kenapa kami memilih Desa Mattunrung Tellue, karena tingkat partisipasi disana sedikit menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan Desa Samaturue dipilih, karena sebagian besar aparat desa disana adalah mantan penyelenggara Pemilu. Itu yang menjadi pertimbangan kami, sehingga memilih dua desa tersebut,” jelasnya.

Naim menambahkan bahwa pada kedua desa tersebut sudah dilaksanakan MoU dan perekrutan 50 kader di desa yang akan melakukan edukasi dan sosialisasi agar tingkat partisipasi pemilu pada tahun 2024 mendatang meningkat.

"Kedepan, jika pak bupati meminta untuk menindaklanjuti desa yang lain, Insya Allah kami akan bentuk disemua desa. Sebab, kami butuh dukungan moril dari pemerintah, karena diketahui terdapat refocusing anggaran. Semoga Pemilu 2024 bisa dilaksanakan dengan baik," tutupnya.

Acara ini turut dihadiri para Pimpinan Forkopimda, Ketua Bawaslu Andi Rusmin, para anggota KPU Sinjai serta Kepala OPD terkait.

Penulis: Ashari

Baca Juga