Camat Jabon Pimpin Penutupan Warung Esek-esek

Camat Jabon bersama Jajaran Forkopimpka Jabon dan tim kesehatan mensosialisasikan  penutupan tempat prostitusi. (Arief,akuratnews)
Camat Jabon bersama Jajaran Forkopimpka Jabon dan tim kesehatan mensosialisasikan  penutupan tempat prostitusi. (Arief,akuratnews)

Sidoarjo, Akuratnews.com -  Camat Jabon beserta Forum Kominikasi Pimpinan Kecamatan (FORKOPIMKA) menutup warung remang-remang yang dibuat bisnis esek-esek itu di Dusun Telocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo pada hari Rabu (25/7/2018).

Setelah mendapatkan banyak laporan terkait adanya praktik prostitusi berkedok warung remang-remang, Muspika bersama sejumlah tokoh masyarakat mengambil tindakan tegas dengan menutup warung remang-remang yang diduga menjadi areal lokalisasi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Camat Jabon, Agus Sujodko bersama jajaran Forkopimka Jabon, Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Tomas) serta tim Kesehatan saat sosialisasi penutupan dengan mengundang pemilik warung remang-remang tersebut.

Sebagaimana disampaikan pada Akurat News, Agus Sujadko mengatakan bahwa  dilakukannya sosialisasi penutupan dan pembubaran ini dengan mengundang pemilik warung. Selanjutnya, pihaknya akan mengembalikan fungsi lahan seperti semula. "Mereka yang bekerja dan bertempat tinggal disitu juga bukan asli orang Jabon. Mereka warga pendatang. Makanya harus segera meninggalkan lokasi dan beralih profesi," terangnya, saat dikonfirmasi oleh akuratnews pada hari Kamis (26/7).

Agus Sujadko menambahkan, pihaknya bersama Polri, dan TNI akan terus memantau tempat yang diduga dibuat bisnis syahwat itu. Menurut catatan Forkopimka Jabon, kawasa Dusun Telocor ada 15 warung remang-remang yang diduga dibuat ajang penyalur syahwat. Namun, pemilik dan Pekerja Seks Komersial (PSK) nya bukan asli warga Jabon. Mereka adalah warga pendatang yang menyewa atau mengontrak ditempat tersebut.

Kapolsek Jabon, AKP Saadun menegaskan, bakal menindak tegas bagi pemilik, penyewa, mucikari maupun PSK yang diketahui masih beroperasi. Baginya, prostitusi terselubung memicu daerah rawan peredaran Miras, Narkoba, serta penyebaran penyakit HIV dan memicu kejahatan lainya. "Tempat tersebut menjadi atensi kami dalam pengawasan hukum. Kawasan itu harus benar-benar steril dari penyakit masyarakat," tegas, AKP Saadun. (Rif)

Penulis:

Baca Juga