Catat! Gelora Banjar Patroman Jadi Lokasi Isolasi Warga Banjar Yang Pulang Kampung

Banjar, Akuratnews.com - Lebaran tinggal beberapa minggu lagi. Tanda-tanda akan meredanya wabah Corona (Covid-19) pun belum tampak jelas.

Hal ini tentu membuat perantau di kota besar semakin tak punya pilihan lain selain pulang kampung guna menyambung hidup.

Atas dasar tersebut, Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat sudah menyiapkan tempat karantina bagi mereka yang pulang kampung dari wilayah zona merah.

Rencananya, tempat yang disiapkan bagi karantina adalag Gelora Banjar Patroman (GBP) di Kecamatan Langensari.

"Bagi mereka yang pulang kampung (dari zona merah, Red) akan di isolasi mandiri selama 14 hari di sana (GBP)," ujar Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjar, Ajat Sudrajat di Pendopo Kota Banjar, Senin (4/5) lalu.

Dijelaskannya, mereka yang dikarantina merupakan warga yang tinggal di kelurahan. Sedangkan mereka warga desa akan melakukan isolasi mandiri di tempat yang telah disediakan di desa masing-masing.

Lanjut Ajat, kriteria mereka yang pulang kampung merupakan asli dari kampung yang hendak pulang dengan dibuktikan kartu identitas atau KTP.

"Misal di KTP asli orang Banjar hanya bekerja di kota besar, mau pulang kampung, itu boleh. Yang tidak boleh itu mudik," tegasnya.

Sementara mereka yang mudik, akan diarahkan putar balik oleh petugas lapangan daerah aslinya. Misalnya, di KTP asli dari Jakarta, maka harus kembali Iagi ke sana, tidak boleh daerah Iain.

Dia melanjutkan, mereka yang pulang kampung akan difasilitas di GBP berupa tempat tidur, air bersih, kamar mandi, makan dan minum selama karantina.

"Ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Banjar, jangan sampai menyebarkan ke keluarganya di rumah,” tegasnya.

Hingga Rabu (6/5), update kasus Corona di kota Banjarvmenunjukkan ada tren menurun. Apalagi satu pasien positif Corona yang dinyatakan sembuh per hari Rabu (6/5).

“Data Covid-19 Kota Banjar update tanggal 6 Mei 2020, pukul 14.00 WIB jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 35 orang,” ujar Tomy Subagja, Juru Bicara Covid-19 Crisis Center Kota Banjar, Rabu (6/5).

Jika melihat Data Covid-19 pada 3 Mei 2020, jumlah ODP di Kota Banjar masih ada 38 orang. Sejak 4 Mei ada penurunan jumlah ODP hingga 35 orang.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga