Demo di Harmoni Ricuh, Massa Sempat Kocar-kacir

Jakarta, Akuratnews.com - Siang ini, demo gabungan mahasiswa dan buruh di kawasan seputaran Istana Merdeka berujung ricuh. Polisi harus menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Awalnya, aksi berjalan damai di kawasan simpang jalan Juanda-Hayam Wuruk (Harmoni). Massa tampak silih berganti berorasi menolak pengesahan UU Cipta Kerja.

Di tengah-tengah demo, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto terus mengimbau agar aksi tetap berjalan damai dan tak perlu terjadi benturan antara polisi dan massa.

Namun, kondisi berubah menjadi ricuh. Awalnya perwakilan pendemo bernegosisasi dengan Kapolres Jakarta Pusat meminta diperbolehkan menggelar aksi di depan Istana. Namun, permintaan itu ditolak.

"Kami tahu Adik-adik akan menyampaikan aspirasi. Mari kita berbicara, mari kita atur agar tidak terjadi benturan," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto melalui pengeras suara.

"Saya yakin Adik-adik mengerti hal ini. Kami kepolisian akan menjaga kalian dan memfasilitasi kalian. Kita bernegosiasi," sambung Heru.

Namun negosiasi buntu. Massa tampak melempari polisi dengan benda keras seperti batu dan botol.

Polisi yang sudah mengerahkan warter canon dan juga tembakan gas air mata langsung bergerak maju. Gas air mata pun diarahkan ke tengah massa.

Massa pun terlihat kocar-kacir ke arah Monas, Jalan Juanda, hingga Patung Kuda.

Kawasan Harmoni sendiri saat ini tertutup asap tebal dari tembakan gas air mata, seluruh akses jalan di sekitar ditutup total.

Sementara itu, sejumlah massa demo juga tiba di Jalan Gatot Soebroto. Massa mengarah ke gedung DPR/MPR.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus secara tegas mengatakan, Polda Metro tak memberi izin keramaian akibat situasi pandemi Covid-19. Termasuk juga sesuai dengan Pergub DKI tentang PSBB Ketat.

“Kita ini Jakarta sudah masuk zona merah. Karena itu kita melarang keras kerumunan. Termasuk tidak pernah memberikan izin keramaian dalam hal apapun selama PSBB Ketat,” tegas Yusri.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga