Depok Kesulitan Tangani Ribuan Ton Sampah

Depok, akuratnews.com- Sampah rupanya masih jadi persoalan di Kota Depok, Jawa Barat. Terbatasnya sarana prasarana seperti Tempat Pembuangan Akhir atau TPA, Unit Pengolahan Sampah, serta truk sampah tampak jadi indikator tak maksimalnya daya angkut sampah dipelosok Depok dan berpotesi timbulkan tumpukan sampah disembarang tempat.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan (DLHK) Depok, jumlah timbulan sampah di Depok mencapai lebih dari 1350 ton per hari. Tiap satu orang penduduk diketahui mampu memproduksi sampah sebanyak 0,63 kilogram per hari.

"Pertumbuhan sampah itu menyesuaikan dengan pertumbuhan penduduk tiap satu orang, per hari mampu memproduksi sampah 0,63 kilogram", ucap Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan DLHK Kota Depok, Iyay Gumilar kepada akuratnewscom Kamis,(18/7/2019).

Timbulan sampah di Depok, kata Iyay, minimal sudah capai 1350 ton per hari. Masih terbatasnya sarana prasarana seperti UPS, truk sampah juga membuat pihaknya masih belum mampu layani dan menjangkau sampah di pelosok wilayah di Depok.

Sedang, kondisi TPA dengan taksiran volume sampah sebanyak 2-3 juta ton dinilai tak lagi mampu menampung sampah. Perluasan lahannya juga sangat kecil dimungkinkan tuk direalisasi.

"Paling tidak bisa dilakukan revitalisasi dengan teknologi yang ramah lingkungan misalnya dibentuk, di gali, di packing dan dikirim tuk bahan bakar semen", ucap Iyay.

Hanya saja, katanya, saat ini baru sebatas kajian. Karena kami ingin upaya itu berjalan setelah Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah(TPPAS) Regional-Lulut Nambo beroperasi.

Dituturkan Iyay, jumlah armada truk sampah yang kini ada baru berjumlah 112 unit dengan kondisi mobil kurang sehat lantaran mobil keluaran tahun lama. Untuk bisa menjangkau sampah tiap TPS sampai ke pelosok wilayah, idealnya 250 unit truk.

"Jumlah tersebut nantinya sekaligus tuk pembuangan sampak ke Nambo dan tahun 2019 ini kami ajukan ada penambahan 4 unit truk", jelasnya.

Sementara ini, penanganan sampah dari 1350 ton, sekitar lebih dari 900 ton sampah diantaranya masuk di TPA. Sebanyak 90 ton masuk UPS dan 120 ton sampah diolah di bank sampah.

"Selain truk sampah, UPS juga masih diperlukan penambahan jumlah untuk penanganan sampah. Saat ini baru ada 31 unit UPS", pukas Iyay.

Penulis: Eko Ahdayanto
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga